TANGERANG, KOMPAS.com — Malam ini, Rabu (1/4) pukul 19.00, evakuasi korban bencana Situ Gintung dihentikan sementara. Seperti biasa, evakuasi dilanjutkan esok hari.
"Besok, tim SAR akan terus melakukan evakuasi pencarian korban dan membersihkan lokasi," jelas dr Rahmat Salam, Ketua Posko Utama UMJ, di Tengerang, Rabu (1/4).
Sampai kapan evakuasinya, kata Rahmat, tergantung tim SAR. "Hari utama selama 7 hari, cadangannya 7 hari lagi," ucap Rahmat.
Saat ini, jumlah korban meninggal masih 100 orang. Sebanyal satu orang yang ditemukan tadi siang sudah teridentifikasi bernama Burhanudin (45) warga RT 04/RW 08 Kelurahan Cirendeu, Ciputat, Tangerang. Dengan demikian, korban hilang (vesi masyarakat) menjadi 90 orang.
Total pengungsi di Fakultas Hukum UMJ 72 orang. Fakultas Kedokteran UMJ 71 orang, RT 03 RW 02 ada 176 orang, RT 4 RW 2 ada 57 orang, RT 3 RW 8 ada 188 orang, RT 4 RW 8 ada 40 orang, dan RT 1 RW 8 ada 300 orang. Total pengungsi anak-anak jumlahnya 171 anak. Usia TK ada 10 orang, SD ada 71 orang, SMP ada 52 orang, dan SMU/SMK 29 orang.
Rencana relokasi masih tetap berlangsung hari Senin. Namun, pihak rektorat sudah melunak. "Pihak UMJ masih bersedia menampung pengungsi sampai pemda benar-benar menyiapkan tempat pengungsian di Wisma Kerta Mukti."
Mahasiswa UMJ, lanjut Rahmat, tetap diwajibkan masuk pada Senin (6/4). Bila ruang kelas masih dipakai, mereka akan belajar di masjid atau melakukan KKL membantu para pengungsi.

