Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:29 WIB
Belum Banyak yang Tahu soal Relokasi Pengungsi
Rosdianah Dewi | Rabu, 1 April 2009 | 18:48 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Belasan keluarga yang rumahnya tersapu air akibat jebolnya tanggul Situ Gintung ditampung di gedung Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Tangerang, Minggu (29/3).

TERKAIT:

JAKARTA KOMPAS.com — Rencana pihak rektorat UMJ dan pemerintah pusat memindahkan pengungsi ke Gedung Kerta Mukti, yang akan dilakukan Senin mendatang, ternyata belum diketahui sebagian besar pengungsi.

Seperti yang diungkapkan Erwin (28). Warga RT 2/8 ini mengaku belum mengetahui rencana pemindahan tersebut. "Saya baru tahu kalau nanti kami akan dipindahkan. Tidak ada pemberitahuan kepada pengungsi-pengungsi di sini," katanya.

Namun, setelah tahu bakal dipindahkan, Erwin mengaku keberatan karena merasa sudah nyaman di posko pengungsi yang berada di Fakultas Kedokteran UMJ. "Kalau mau dipindahkan, nanti kami repot lagi. Lagi pula, kami belum tahu bagaimana keadaan di sana, layak atau tidak," lanjutnya.

Menurutnya, pihak rektorat harus memberikan dispensasi waktu untuk para pengungsi pindah ke tempat yang akan dijadikan tempat pengungsian baru.

Hal senanda juga diungkapkan pengungsi lainnya, Iwan (25). Sosialisasi soal relokasi pengungsi sama sekali tidak ada. "Saya tidak tahu soal itu, padahal di sini sudah sangat nyaman. Bantuan pun banyak," ujarnya. Meski tidak menyetujui relokasi tersebut, dia mengaku pasrah dan akan mengikutinya.

Sebelumnya, Senin (30/3), Rektor UMJ Masyitoh berkeras agar para pengungsi korban Situ Gintung sudah harus segera pindah ke tempat yang ditunjuk pemerintah.

"Pihak kami memberi batas waktu sampai dua minggu. Setelah itu, tidak ada toleransi lagi. Proses belajar mengajar harus segera dilakukan. Kita juga korban," ujar Masyitoh kala itu.