Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 12:04 WIB
Eko Patrio Akui Berikan Uang
Ingki Rinaldi | Jumat, 20 Maret 2009 | 20:45 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Pelawak Eko Hendro Purnomo atau akrab disapa Eko Patrio menghadiri acara silaturahmi artis calon legislatif di Financial Club, Gedung Graha Niaga, Jakarta, Rabu (19/11/2008). Acara ini dilakukan untuk mempersatukan artis yang terjun di kancah politik meski berbeda partai politik. Eko patrio tampil sebagai calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan Jawa Timur 8.

TERKAIT:

MOJOKERTO, KOMPAS.com — Pelawak Eko Patrio, Jumat (20/3), mengakui, dirinya memberikan uang saat kampanye terbuka di sekitar wilayah Kampung Penarip, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, lingkungan Pekayon Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon, dan di Keradenan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Rabu (18/3). Eko mengatakan, saat itu uang tersebut dibagikan kepada lima orang dalam lima amplop yang ia tidak tahu persis berapa jumlah masing-masing uangnya di setiap amplop tersebut.

"Uang dalam amplop tersebut dibagikan bersama pin dan sejumlah hadiah lain pada orang yang berhasil menebak pertanyaan dalam kuis dadakan," katanya. Namun, Eko menganggap yang dilakukannya itu belum tergolong dalam praktik politik uang.

Eko mendefinisikan bahwa politik uang adalah kegiatan bagi-bagi uang pada 200 orang yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. "Kalau ini kan hanya dibagikan kepada lima orang dan dilakukan secara terbuka, semua orang tahu," kata Eko seusai melakukan kampanye terbuka di Perumteng Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat.

Ketua KPU Kota Mojokerto Chusnun Amin, pada hari yang sama, memperingatkan calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Patrio. Peringatan itu merujuk pada pelanggaran administratif saat Eko mengadakan kampanye pada Rabu lalu.