JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mega mengatakan, PDI Perjuangan dan PPP dulu pernah memiliki kerja sama yang konkret dan kuat. Terakhir, saat ia menjadi presiden bersama tokoh PPP, Hamzah Haz, yang menjadi wakilnya.
Sekarang, menurut Mega, PPP agak kurang merapat. Padahal, PDI Perjuangan dan PPP bisa dikatakan bertetangga dekat. Sebagai gambaran, kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro berdekatan dengan kediaman Mega yang terletak di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.
"Sekarang ini, baru tahu kan, tetangga dekat lebih baik dari tetangga yang lain," kata Mega, dalam forum PPP Mendengar sesi 12, Kamis (19/3). Pernyataan Mega ini memancing tepuk tangan hadirin yang merupakan kader PPP.
Sebelumnya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menganggap Mega sebagai tetangga dekat. Oleh karenanya, dikatakan Suryadharma, PPP tidak akan mengabaikan Mega yang sudah menjadi calon presiden PDI Perjuangan.
"Ibu Mega merupakan sosok yang lembut, tapi hatinya keras. Keras karena idealismenya mengubah nasib rakyat dan memberikan perubahan," ujar Suryadharma.
Ia menambahkan, Mega merupakan presiden pertama yang sukses melaksanakan pemilu yang langsung dan aman, "Dan menghasilkan presiden yang sekarang," ujar Suryadharma.

