JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP PDI Perjuangan Firman Jaya Daeli mengatakan, tak ada yang perlu didramatisasi jika pertemuan antara mantan Presiden Megawati dan Presiden SBY tidak terjadi. Namun, ia menambahkan, jika SBY ingin bertemu Mega, bisa langsung datang tanpa mempersoalkan apa pun. Hal ini menanggapi kemungkinan keduanya akan bertemu, layaknya Mega bertemu Jusuf Kalla.
"Tidak ada sesuatu yang istimewa, dan tidak ada yang jadi persoalan. Kalau Pak SBY mau datang ya datang saja. JK saja bisa, jadi tidak perlu didramatisasi. Kalau mau ketemu, ya menemui saja sebagai mantan bawahan," kata Firman seusai diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/3).
Hubungan Mega dan SBY diketahui dingin sejak SBY mundur sebagai Menko Polkam dari Kabinet Gotong Royong pada masa pemerintahan Mega. Dalam sebuah acara televisi, SBY juga sempat mengungkapkan usahanya untuk membuka pintu silaturahim dengan Mega melalui orang-orang yang dimintanya menemui pihak Mega. Menanggapi ini, Firman tak mau berkomentar panjang.
"Tanya saja ke orang yang disuruh. Kami tidak mungkin menanggapi yang tidak kami ketahui. Ada agenda yang lebih penting dibanding mempersoalkan pertemuan itu. Misalnya, Pak SBY bisa fokus merealisasikan janji politiknya saat kampanye," kata dia.

