JAKARTA, Kompas.com — Pertemuan Jusuf Kalla (JK) dan Megawati Soekarnoputri yang berlangsung hari ini seharusnya menginspirasi pertemuan antarpolitisi berikutnya untuk menciptakan hubungan baik. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan, setelah bertemu JK, alangkah sejuknya jika Mega juga bisa melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
"Saya pun sangat berbangga hati kalau Bu Mega berkenan bertemu dengan Pak SBY. Sekalipun bertemu hanya sekadar say hello, makan pagi, makan malam atau sekadar silaturahim," kata Hidayat, ditemui di Gedung DPR, Kamis (12/3).
Hidayat mengatakan bahwa hubungan keduanya selama ini diketahui terputus pascapertarungan Pilpres 2004. Bagi Hidayat, jika pertemuan keduanya terjadi, akan meredam ketegangan politik menjelang pemilu.
"Pertemuan beliau berdua bisa jadi simbol yang sangat penting untuk menghadirkan demokrasi yang elegan dan menghadirkan ketenteraman, presiden dan mantan presiden bisa saling bertemu dan itu simbolisasi yang diperlukan menjelang kampanye. Kalau mereka berdua bisa bertemu, pasti akan menghadirkan kesejukan yang luar biasa," lanjut dia.
Kendati demikian, Hidayat juga menambahkan, kalaupun keduanya tidak bertemu, tak perlu diartikan sebagai sikap saling jegal. "Mungkin tidak bertemu karena waktunya tidak ada, karena padat agenda," kata anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

