Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:24 WIB
Pemda Jatim Minta Penanggulan Lumpur Pakai Uang Negara
Kris R Mada | Rabu, 11 Maret 2009 | 13:28 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRITSTIANTO PURNOMO
Aksi teatrikal bertema Survivor karya perupa Dadang Christanto yang melibatkan korban lumpur Lapindo, di halaman Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (10/12).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta penanggulan lumpur Lapindo sementara waktu menggunakan uang negara. Selanjutnya, pemerintah bisa meminta pengganti ke Lapindo.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, saat ini BPLS mengelola anggaran Rp 1,3 triliun. Sebagian anggaran tidak mendesak digunakan. "'Karena itu kami minta sebagian digunakan untuk penanggulan. Soalnya, Lapindo tidak sanggup mengirim sirtu untuk penanggulan," ujarnya di Surabaya, Rabu (11/3).

Permintaan itu dilandasi keinginan menyelamatkan jalan di sekitar Porong. Pasalnya, saat ini lumpur hanya ditahan oleh satu tanggul. Hal itui menyusul jebolnya tanggul utama di titik 45 pada Senin (9/3). Satu tanggul itu dikhawatirkan tidak kuat menahan luberan. "Jika jebol, akan mengalir ke raya Porong," tuturnya.