Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:05 WIB
Calon Kuat PM Jepang Diminta Mundur
M Suprihadi | Senin, 9 Maret 2009 | 10:09 WIB
|
Share:

(Getty Images/FABRICE COFFRINI)
Dalam jajak pendapat terakhir, PM Jepang Taro Aso dan partainya, Partai Demokratik Liberal, kalah populer dibandingkan pempinpin kelompok oposisi Ichiro Ozawa dengan Partai Demokratnya.

TOKYO, SENIN — Sejumlah responden yang pernah mengunggulkan pemimpin oposisi Ichiro Ozawa sebagai calon kuat Perdana Menteri Jepang akhirnya meminta Ozawa mengundurkan diri, setelah terkuaknya skandal dana kampanye. Demikian hasil jajak pendapat yang diumumkan, Senin (9/3).

Secara kasar, 60 persen responden dalam jajak pendapat yang dilakukan Kantor Berita Kyodo menyatakan, Ozawa harus mengundurkan diri menyusul skandal keuangan. Dalam skandal itu, seorang ajudan kepercayaan Ozawa telah ditangkap. Akan tetapi, masih ada 29 persen responden yang meminta Ozawa untuk memimpin Partai Demokrat yang merupakan kelompok oposisi paling besar di negeri Sakura itu.

Diberitakan, pihak kejaksaan menduga keras Rikuzankai, sebuah organisasi yang mendanai kegiatan politik Ozawa, telah menerima 21 juta yen (216.000 dollar AS) sebagai donasi ilegal. Bantuan sebesar itu diterima Rikuzankai antara 2003-2006.

Meski demikian, jajak pendapat itu tetap menunjukkan bahwa Ozawa dan partainya lebih populer dibandingkan Partai Demokratic Libera yang dipimpin PM Taro Aso.

Setidaknya, 33,6 persen responden tetap memilih Ozawa sebagai orang paling tepat menjadi PM Jepang, sementara Taro Aso hanya memperoleh 25,6 persen. Jajak pendapat ini juga mengungkapkan bahwa 43,5 persen responden menginginkan Partai Demokrat pimpinan Ozawa mengambil alih kekuasaan, sementara Taro Aso dan Partai Demokratik Liberalnya hanya 31,6 persen.

Jajak pendapat dilakukan terhadap penduduk yang mempunyai hak pilih, dilakukan melalui wawancara telepon pada akhir pekan kemarin. Jumlah responden adalah 1.032 orang. Dalam rilisnya, pihak penyelenggara jajak pendapat tidak mencantumkan margin error-nya, tetapi berdasarkan jumlah respondennya, diperkirakan margin error-nya plus minus lima persen.

Sumber :
AP