JAKARTA, KAMIS — Sejumlah anggota DPR RI dari berbagai fraksi masih pesimistis mengenai kesiapan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) 2009 beserta sejumlah event kemaritiman berskala internasional lainnya.
Hal itu mengemuka pada Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numbery, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundayang, Sekretaris Menko Kesra Indroyono Susilo selaku Ketua Panitia Nasional WOC serta beberapa pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu), di Jakarta, Kamis (27/2).
Djoko Susilo dari Fraksi Partai Amanat Nasional, misalnya, mengkritisi tentang pengalaman Manado yang dianggapnya minim dalam hal menggelar event berskala internasional.
"Terus terang, saya punya keraguan atas track record Manado menggelar event besar, apalagi kenyataannya, WOC itu kurang didukung oleh kemampuan public relation (PR) yang memadai," ujarnya dalam Raker yang dipimpin langsung Ketua Komisi I DPR RI, Theo L Sambuaga.
Dia lalu mengungkapkan tentang kurangnya staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang dikunjunginya mengetahui atau memahami WOC serta beberapa event ikutannya, seperti Coral Triangel Initiative (CTI) dan Sail Bunaken.
"Kita patut mencontohi kesuksesan Bali yang menjadi tuan rumah World Climate Change yang benar-benar sukses luar biasa. Karena itu, bagi penyelenggara WOC di Manado, kami ingatkan masih ada waktu dua bulan untuk menggencarkan promosi dengan memanfaatkan KBRI di seluruh dunia, juga melakukan sosialisasi di lingkungan internal masyarakat Indonesia sendiri," katanya.
Ini penting, karena menurutnya, ternyata di lingkungan internal warga Indonesia di dalam negeri saja, banyak yang belum tahu tentang WOC, CTI atau Sail Bunaken tersebut.
"Padahal, ini masalah yang sangat bagus, menyangkut sesuatu yang besar dan berkaitan dengan latar belakang utama bangsa kita yakni bangsa maritim," ujarnya lagi.
Ia juga mengingatkan, agar sebagai penginisiatif, Indonesia khususnya Manado jangan dilupakan begitu saja pasca-WOC berlangsung. "Kita harus rebut posisi sebagai tempat Sekretariat Tetap Konferensi," tandas Djoko Susilo yang mantan wartawan ini.
Hampir senada dengan dia, Anhar dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, mengatakan, persiapan infrastruktur patut menjadi perhatian utama agar para tamu yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang tidak pulang dengan kecewa.
Sementara Yorris Reweyai (Fraksi Partai Golkar), mengharapkan, agar masalah SDM juga jangan dianggap remeh, terutama dalam memberi pelayanan informasi maksimal bagi keperluan para tamu mancanegara.

