SURABAYA, MINGGU — Massa pendukung Gus Dur diam-diam telah digiring untuk mendukung partai selain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini dipimpin Muhaimin Iskandar. Koalisi PKB versi Gus Dur dilakukan dengan sejumlah partai di tingkat lokal Dewan Perwakilan Cabang (DPC) yang ada di tingkat kabupaten atau kota.
Sekretaris Jenderal DPP PKB versi Gus Dur Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid, Minggu (15/2) di Surabaya, mengatakan, kontrak koalisi PKB Gus Dur dengan berbagai partai lainnya telah dilakukan setidaknya di tiga kota besar, yaitu Surabaya, Tasikmalaya, Malang, Ciamis, dan Bandung. Untuk di Kota Surabaya, PKB Gus Dur merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Menurut Yenny, PKB Gus Dur menghormati harapan dari para anggotanya untuk berkoalisi dengan partai politik (parpol) yang sesuai. Karena itu, di beberapa daerah PKB menjalin koalisi dengan parpol lain, seperti Gerindra dan PPP.
"Tentu ada koridor yang harus disepakati bersama. Ada koalisi yang tidak boleh dilakukan, khususnya dengan parpol-parpol yang basis ideologinya tidak sama dengan perjuangan PKB Gus Dur," tutur Yenny meski tanpa menyebutkan salah satu parpol yang dimaksud.
Bagi Yenny, melalui langkah koalisi ini PKB Gus Dur ingin membuat kultur politik baru, di mana aspirasi berangkat dari bawah dan bukan dari atas. Koalisi hanya dilakukan di tingkat DPC karena menurutnya lebih efektif.
"Selama ini rata-rata kultur politik yang muncul dari parpol kan top down," ucapnya. Yenny memastikan PKB versi Gus Dur tidak akan melakukan koalisi di tingkat nasional dengan partai apapun.

