KOMPAS
Sabtu, 20 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Pesta Anak Kampung Digelar di Jogokariyan
Sabtu, 14 Februari 2009 | 06:40 WIB
FOTO-FOTO: KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Mural di Kampung Gemblakan Yogyakarta.

YOGYAKARTA, SABTU--Pesta anak kampung yang diisi kegiatan mural bersama dan beragam atraksi pentas seni anak akan digelar di Kampung Jogokariyan Yogyakarta, 14 Februari 2009.

"Pesta akan diawali kegiatan mural bersama bertema ’peduli anak lewat mural’ dengan melibatkan seniman mural yang dipandu Samuel Indratma," kata Ketua Panitia Pentas Anak Kampung, Yayas di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, kegiatan tersebut mencoba mengangkat tema tentang anak sebagai sebuah karya seni mural. Hal itu sengaja dipilih sebagai upaya mengangkat pentingnya persoalan anak kepada publik.

Selanjutnya, akan digelar beragam atraksi pentas seni anak yang menampilkan Tejo Badut, Kelompok Angon Naga, Sanggar Anak Alam, dan Den Baguse Ngarso. Mereka akan menampilkan atraksi liong, perkusi anak-anak, dan hiburan.

Ia mengatakan, kegiatan Pesta Anak Kampung dengan menggunakan media kesenian itu pada dasarnya merupakan usaha mengangkat dan memberikan penghargaan sebuah ruang bagi nilai-nilai kearifan lokal.

Usaha tersebut dilakukan dalam tatanan budaya dan sebagai media untuk edukasi anak usia dini, sekolah dasar, bahkan sampai ke tingkat sekolah menengah pertama.

"Semua itu dalam rangka menumbuhkan dan membangun kembali kesadaran mental untuk lebih mengerti, mencintai budaya lokal dan lebih mencintai lingkungan hidup," katanya.

Menurut dia, upaya itu dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat lokal dalam mewujudkan karakter budaya masyarakat yang khas serta kritis terhadap perkembangan budaya masa kini dan mendatang.

Selain itu, juga sebagai salah satu bentuk media edukasi, yang dalam pertunjukannya selama ini  diterima oleh anak-anak untuk merangsang kembali daya kreativitas anak, menumbuhkan sikap bangga terhadap budaya sendiri dan tidak mengenyampingkan ekologi.

"Dari usia itulah pembentukan sikap mental untuk lebih percaya diri dengan kebudayaan sendiri dan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan hidup," katanya.(ANT)

Penulis: JY   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.