Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Ryan Berkencan dengan Guru Agama hingga Aktor

Kamis, 12 Februari 2009 | 12:09 WIB

Dalam buku otobiografinya, Ryan mengungkapkan bahwa belajar telah menjadi pelariannya dari persoalan keluarga. Ia pun selalu juara kelas. Saat SMP, Ryan berusaha memacari teman sekolahnya. Namun, dia kemudian menyadari, sulit bagi dirinya untuk mencintai lawan jenis. Pertengahan tahun 1997, Ryan merampungkan SMA sebagai lulusan terbaik di sekolahnya.

Hasrat Ryan kuliah di fakultas kedokteran terbentur masalah biaya. Ryan lantas merantau ke Yogyakarta. Di kota ini, dia belajar tari dan berkenalan dengan dunia modeling.

Di antara ingar-bingar kehidupannya di Yogyakarta, Ryan merasa ada yang kosong. Pertengahan 1998, dia pulang ke Jombang untuk mendalami ilmu agama. Dia berkenalan dengan IR yang kemudian menjadi pembimbingnya dalam mendalami ilmu agama.

Hubungan mereka semakin dalam dan lebih dari sekadar murid dari guru. Suatu ketika, Ryan jatuh sakit. IR dengan penuh perhatian merawat dan menyuapinya.

Ibunda Ryan, Siatun, mengendus ketidakberesan pada kedekatan Ryan dan IR. Siatun pun menghalangi hubungan mereka. Hal ini justru membuat ibu dan anak tersebut jadi sering bertengkar. Ryan justru menikmati hubungannya dengan IR dan semakin larut dalam pusaran hubungan sejenis ini.

"Sering kali aku berdoa... kalau memang hubungan sejenis diharamkan, aku ingin perasaan ini dihapuskan. Aku ingin seperti laki-laki normal mencintai perempuan, menikah, punya anak, dan keluarga. Doa dan upaya terus dilakukan Ryan agar menjadi pria normal. Namun, Ryan tetap tak bisa," tulis Ryan dalam bukunya.

Di tahun kedelapan hubungan mereka, IR berpaling ke kehidupan normal. Keputusan IR menikahi seorang perempuan membangkitkan amarah Ryan. Namun, dia tak membenci IR. Ryan justru makin membenci kaum hawa. Luka lama akibat dikhianati sang ibu terkoyak lagi. Secara sepihak, Ryan mengambil kesimpulan bahwa kaum perempuan hanya membuat hidupnya menderita.

Ryan "melarikan diri" ke Jakarta dan memasuki dunia model di lbu Kota. Pertengahan tahun 2006, Ryan merasa menemukan pria yang tepat. Pria itu adalah ILB, aktor muda yang membintangi sejumlah sinetron. Belakangan, mereka justru kerap bertengkar hingga hubungan mereka bubar di bulan keenam.

Pada Februari 2008, Ryan berkenalan dengan Novel Andrias, pegawai kantor imigrasi. Sejak awal, Ryan merasa Novel adalah pria yang tepat untuknya. Sepertinya, Ryan tak peduli bahwa ia terlalu dini mengambil kesimpulan seperti ini.

Hubungan ini ditentang habis-habisan oleh keluarga Novel. Ryan dan Novel lalu sepakat untuk tinggal serumah di rumah kos di Setiabudi, Jakarta Selatan. Kemudian, dengan pertimbangan memperpendek jarak ke tempat kerja Novel, pasangan sejenis ini boyongan ke Apartemen Margonda Residence di Blok C 309A.

"Novel Andrias, hingga jariku menulis cerita di kertas ini, aku merasakan getaran kerinduan yang luar biasa. Hingga saat ini, sudah hampir tiga bulan aku terpisah darinya. Novel, sosok lelaki terindahku, kini hanya bisa kurasakan bayangannya...," tulis Ryan.

Lalu, apa arti sesumbar Ryan bahwa dirinya telah memiliki pacar lawan jenis dan akan berubah total di depan wartawan di pengadilan beberapa waktu lalu? * (Dodi Hasanudin/bersambung)


Editor :
Sumber: