MAGELANG, SABTU — Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saat ini sudah telanjur populer sehingga tidak ada yang berani menyelewengkan.
"Kalau ada bupati yang memotong sedikit saja BOS, pasti tidak terpilih lagi karena telanjur milik masyarakat, yang berani utak-utik akan dihujat masyarakat," katanya saat Pencanangan Muhammadiyah 'Boarding School' dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Terpadu SD Muhammadiyah Plus "Sirojuddin", Kecamatan Mungkid, Magelang, Sabtu (7/2).
Ia mengatakan, alokasi APBD tahun 2009 untuk BOS mencapai sekitar Rp 16 triliun atau naik sekitar 50 persen dari tahun lalu. Penyaluran dana BOS, katanya, dari pemerintah langsung kepada rekening sekolah. Program itu disalurkan kepada sekolah dengan tidak membedakan antara negeri dan swasta.
Ia menyatakan, program BOS dalam rangka mendukung kebijakan sekolah gratis di seluruh sekolah negeri. Pada kesempatan itu Mendiknas Bambang mengatakan, pendidikan menjadi tanggung jawab negara.
Namun, katanya, negara memberi kesempatan kepada masyarakat dan pihak swasta untuk menyelenggarakan pendidikan secara konsekuen. Konsekuensi pihak swasta dalam penyelenggaraan pendidikan antara lain melalui penyediaan lahan sekolah, pembangunan gedung, dan pembayaran gaji kepada para guru.
"Kalau sekolah negeri, lahan disediakan bupati, gedung disediakan bupati dibantu menteri, gurunya PNS digaji negara, sedangkan swasta harus dibayar swasta," katanya.
Bantuan pemerintah kepada sekolah swasta, katanya, sebagai ungkapan terima kasih negara kepada masyarakat atau swasta yang berkiprah dalam dunia pendidikan sehingga mereka dinilai telah meringankan beban pemerintah.
Ia mengatakan, bantuan pemerintah kepada sekolah swasta antara lain dalam bentuk pengangkatan guru sekolah swasta sebagai PNS, bantuan pembangunan untuk tambahan ruang kelas, BOS, tunjangan profesi, dan subsidi tunjangan fungsional,
"Kalau ada tuntutan agar perhatian sekolah negeri sama dengan swasta, sekolah swasta dinegerikan saja. Pemerintah membantu sekolah swasta tanpa pandang bulu," katanya.

