GARUT, SENIN — Banyak PNS pemkab/setda Garut dari golongan III yang berdesakan, bahkan saling sikut untuk berebut nomor antrean pengambilan gaji di Bank Jabar setempat sejak Senin (2/2) subuh untuk kemudian uangnya diambil mulai pukul 08.00.
"Kondisi tersebut selalu terulang setiap bulan sejak lebih dari lima tahun lalu ketika Bupati Garut Dede Satibi mengalihkan pengambilan gaji golongan III dari bendahara SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)-nya masing-masing ke Bank Jabar setempat," ungkap Usman, seorang PNS yang mengaku kakinya luka terinjak ketika antre.
Menurutnya, selain mengakibatkan produktivitas pelayanan publik terganggu karena PNS golongan III dari 42 kecamatan ikut antri, harkat dan martabat PNS juga terkoyak, nyaris menyerupai antre beras raskin atau bantuan langsung tunai.
Ironisnya, para petinggi Garut tidak merasakan korban perasaan tersebut, seperti sekda, asisten sekda, ataupun para kepala dinas. Seharusnya mereka juga ikut antri gaji di Bank Jabar.
Karena itu, mulai tanggal 1 hingga sepekan lamanya setiap bulan, banyak PNS menyesaki Bank Jabar. Mereka terpaksa meninggalkan tugas pokoknya masing-masing demi mendapatkan haknya mengambil gaji meski proses pengambilannya nyaris menyerupai pengemis atau tidak seperti ketika dibayarkan oleh bendaharanya masing-masing.
Namun, sejauh ini Koordinator Forum Studi PNS dan Pengurus Korpri sepertinya tidak peduli terhadap fenomena tersebut meski harga diri, harkat, dan martabat PNS diinjak-injak mekanisme pengambilan gaji di Bank Jabar setempat," tutur PNS lainnya.

