JAKARTA, KAMIS — Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kamis, meninjau sejumlah fasilitas dan pelayanan kesehatan yang berada di Rumah Sakit Husada, Jakarta.
Ibu Ani melihat dari dekat fasilitas baru di ruang unit gawat darurat (UGD) dan ruang perawatan lantai hati yang dijadikan sebagai salah satu rujukan nasional penyakit hati di Indonesia.
Kunjungan Ibu Negara tersebut berkaitan dengan peringatan hari ulang tahun ke-84 rumah sakit tersebut. Ibu Negara yang didampingi Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dan menerima penyerahan mobil sehat dari Perkumpulan Husada untuk membantu program Indonesia Sehat yang merupakan salah satu program peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Ibu Ani juga akan meninjau fasilitas ruang rawat inap kelas III, paviliun mawar dan melati yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam kesempatan itu, Direktur RS Husada Pranantio Setiabudi Cokrowidodo mengatakan, RS Husada didirikan pada 1924 dengan bentuk awal sebuah klinik. Pendirian klinik itu untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan mengurangi kematian bayi yang saat itu cukup tinggi.
Menurut dia, rumah sakit Husada juga berperan dalam masa perjuangan kemerdekaan. Pada 1971, RS tersebut ditingkatkan kapasitasnya sebagai rumah sakit umum tingkat II oleh Gubernur Ali Sadikin.
Dengan luas 66.764 meter persegi, rumah sakit tersebut, menurut Pranantio, memiliki kapasitas tempat tidur 440 unit sehingga diarahkan untuk mampu melayani masyarakat dari berbagai strata sosial.
Rumah sakit itu juga membentuk Satgas Penanggulangan Bencana dan mendapatkan bantuan perahu karet dari Ibu Negara.

