Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 21:33 WIB
Waria Minta AIDS sebagai Masalah Darurat Negara
| Kamis, 29 Januari 2009 | 16:26 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS — Sebagai upaya menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS, diskriminasi waria dan kekerasan pada waria, kaum marginal ini melakukan Pertemuan Nasional Waria I di Bogor dari 18-23 Januari 2009 lalu.

 

Pernas Waria I menyimpulkan agar persamaan hak dan kewajiban warga negara dapat terlaksana juga bagi kaum waria. "Karena dengan adanya persamaan hak dan kewajiban bagi kaum waria, maka para waria bisa mendapatkan perlakuan dan pekerjaan yang layak," sebut Widodo Budidarmo dari Arus Pelangi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/1).

 

Pernas juga merekomendasikan agar DPR/MPR mendesak presiden untuk menyatakan HIV/AIDS adalah masalah darurat negara, meningkatkan APBN untuk penanggulan HIV secara berkelanjutan, dan meningkatkan status komisi penanggulangan AIDS menjadi diketuai langsung oleh presiden.

 

Berdasarkan surveilans Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP 2007) oleh Departemen Kesehatan, menunjukkan prevalensi HIV waria di Jakarta mencapai 34 persen atau 1 di antara 3 waria terinfeksi HIV, kemudian prevalensi jenis Gonorea mencapai 55 persen di Bandung atau 1 di antara 2 waria terinfeksi penyakit ini, serta prevalensi sifilis mencapai 30 persen di Surabaya atau 1 di antara 3 waria terinfeksi. (M109)