Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:16 WIB
Mayoritas Takmir Masjid Tak Setuju Jihad Perang
Inggried Dwi Wedhaswary | Kamis, 29 Januari 2009 | 11:53 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS — Hasil survei yang dilakukan Centre for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, menunjukkan, sebanyak 73,6 persen takmir masjid yang menjadi responden menyatakan tak setuju dengan perang sebagai jalan jihad yang paling utama. Hanya 15,2 persen takmir yang menyatakan setuju dengan jihad perang.

Sementara itu, 88,8 persen takmir menyatakan tidak setuju bahwa untuk menegakkan amar ma'ruf nahyi munkar diperbolehkan melakukan tindak kekerasan. Angka jauh lebih besar dibandingkan dengan takmir yang setuju dengan tindak kekerasan dilakukan (8,8 persen).

Dalam paparan hasil survei di Jakarta Media Center, Jakarta, Kamis (29/1), juga disebutkan bahwa atas isu terorisme agama (religious terrorism), pandangan mayoritas takmir cukup moderat. Meskipun, untuk beberapa derajat, sebagian kecil berpandangan radikal. Data menunjukkan, mayoritas (83,6 persen) takmir masjid setuju terorisme bertentangan dengan ajaran Islam, dan sebanyak 78,4 persen setuju pelaku terorisme harus dihukum seberat-beratnya. Vonis hukuman mati bagi pelaku bom Bali pun dinilai sebagai putusan yang tepat oleh 56,4 persen takmir masjid.

Survei ini dilakukan November 2008 -Januari 2009 terhadap 250 takmir masjid dari 250 masjid yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pemilihan masjid dilakukan secara random berdasarkan data 2831 masjid yang ada di Jakarta menurut dokumen Departemen Agama pada tahun 2004.