Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:12 WIB
RepublikaN: Lebih Terhormat Mega Sebagai King Maker
| Senin, 26 Januari 2009 | 21:56 WIB
|
Share:

PONTIANAK, SENIN - Sekretaris Jenderal Partai Republika Nasional (RepublikaN), Yus Sudarso tetap yakin Sultan tak akan bersedia menjadi wapres sekalipun ditawarkan Megawati Soekarnoputri. Bahkan menurutnya Megawati lebih baik memberikan dukungan penuh kepada Sultan Hamengkubuwono X sebagai capres dalam Pilpres 2009 ini.

"Memaksakan Ibu Mega sebagai nomor dua, Sultan nomor satu sesuatu yang tidak mungkin. Apalagi beliau pernah jadi presiden. Sebaiknya, Ibu Mega meneriakkan mendukung penuh Sultan sebagai Capres, tsunami politik di Indonesia bakal terjadi," ungkap Sekjen Partai RepublikaN, Yus Sudarso kepada Tribun, Senin (26/1).

Alangkah baiknya dan lebih sangat terhormat, kata Yus, bila Mega beralih peran sebagai king maker, men-setting siapa yang bakal menjadi calon wakil presiden (Cawapres) buat Sultan. dengan didukung penuh koalisi dari PDIP-RepublikaN. Apalagi, tuturnya, Megawati pernah gagal dalam Pilpres 2004 silam.

"Ibu Megawati sangat berperan dalam posisi king maker ini. Ia yang menjadi penentu kunci dalam pencapresan kali ini," jelasnya.

Alasannya kenapa HB X dijadikan capres, sebab di belakang Sultan berdiri massa bawaan yang sangat loyal kepada dirinya. Yus mencontohkan, massa tersebut berasal dari masyarakat Yogyakarta serta keturunan Mataram yang tersebar di Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur.

"Jangan dilihat RepublikaN-nya, tapi lihatlah Sultan HB X. Dan beliau tetap kukuh pada pendiriannya saat deklarasi, maju sebagai capres, bukan cawapres," jelas Sekjen RepublikaN ini.

Saat ditanyakan apakah Sultan berubah haluan dan menjadi nomor dua, cawapres dari Megawati, Yus menyatakan, kalau itu dipaksakan pertanda Sultan HB X sangat berambisi terhadap kekuasaan.

"Itu sudah tidak sejalan dengan isu perubahan yang dihembuskan Sultan selama ini. Saat deklarasi 28 Oktober 2009 silam, tidak terlepas dari dorongan berbagai komponen agar maju menjadi nomor satu," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum DPW RepublikaN Kalimantan Barat, Edward Pangkau. Edward mengatakan, hingga sekarang DPP belum menyampaikan ke DPW dan DPC tentang adanya perubahan pencalonan Sultan HB X.

"Hingga sekarang kita belum mendengar Sultan bakal memundurkan pencalonannya, dari capres menjadi cawapres. Kalau ada perubahan, tentu kita sudah diundangnya DPP ke Jakarta membahas ini," jelasnya.

Namun, katanya, kalau keputusan DPP RepublikaN mengubah pencalonan Sultan menjadi cawapres, ia akan menuruti. "Kalau itu terjadi, kami akan menuruti perubahan tersebut, walau dengan perasaan kecewa. Tapi, sampai saat ini beliau tetap bersikukuh capres, bukan cawapres," lanjutnya. (Tribun Pontianak/Fakhrurrodzi)

Sumber :
Tribun Pontianak