Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:41 WIB
Rupiah Membaik
Erlangga Djumena | Kamis, 22 Januari 2009 | 10:00 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS - Rupiah Kamis (22/1) pagi, menguat di bawah level 11.200. Posisi beli ada pada Rp 11.100 per dollar AS sedang posisi jual di Rp 11.350 per dollar AS. Pelaku pasar mulai melepas mata uang Uwak Sam.    

"Namun aksi lepas dollar AS itu relatif masih kecil, sehingga kenaikan rupiah belum besar yang sejak pekan lalu terpuruk, sehingga posisinya merosot di atas Rp 11.000 per dollar AS," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Kamis.
    
Kostaman Thayib mengatakan, membaiknya rupiah itu, karena pelaku menilai saatnya untuk mencari untung setelah mengalami kenaikan yang cukup besar. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali menguat, karena pelaku pasar khawatir pertumbuhan ekonomi global semakin sulit setelah presiden terpilih Barack Obama dalam pidatonya tidak menyinggung mengenai paket stimulus sektor infrastruktur," katanya.
    
Amerika Serikat sebelumnya merencanakan akan mengeluarkan dana paket stimulus sektor infrastruktur sebesar 850 miliar dollar AS, ditambah dengan pemotongan pajak sebesar 300 miliar dollar AS serta dana talangan sebesar 350 miliar dollar AS.

Menurut dia, pelaku pasar khawatir dengan tidak adanya pernyataan dari Barack Obama maka pertumbuhan ekonomi global akan semakin berat, karena upaya  mendukung berkurangnya krisis keuangan global makin tipis.

"Kita lihat saja, peran Obama apakah memberikan hasil positif terhadap pertumbuhan ekonomi global, khususnya di Amerika Serikat yang saat ini pertumbuhan ekonominya melambat," katanya.

Karena itu, lanjut dia, aksi lepas dollar AS diperkirakan hanya sementara akibat kenaikan yang sudah cukup tinggi untuk mengambil untung, sehingga rupiah mengalami kenaikan.
    
"Apabila aksi "profit-taking" itu berjalan, maka rupiah diperkirakan akan bisa mendekati angka Rp 11.000 per dollar AS yang disebut merupakan titik keseimbangan baru bagi mata uang Indonesia itu," katanya.

 

Sumber :
Ant