Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:41 WIB
Pedagang Musiman Menangguk Berkah
| Rabu, 21 Januari 2009 | 10:37 WIB
|
Share:

SRIWIJAYA POST/ZAINI
Pegawai Pasar Swalayan JM di Mall Palembang Square (PS), merapikan pernak-pernik Tahun Baru Imlek, Kamis (8/1).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS — Perayaan Imlek pada awal pekan mendatang memberi berkah kepada pedagang musiman yang menjual aneka kebutuhan perayaan tahun baru China.

Hari Selasa (20/1), kawasan pecinan di Glodok, Jakarta Barat, ramai oleh pembeli. Barang yang paling banyak dicari adalah lampion, hiasan gantung, amplop atau angpau, serta manisan.

Puluhan pedagang musiman mengaku ikut panen dari hasil jualannya. ”Lumayan, satu hari bisa dapat puluhan ribulah,” kata Asep, penjual hiasan gantung asal Kuningan, Jawa Barat, yang ditemui di pintu belakang Pasar Glodok.

Ia menjual hiasan gantung itu Rp 25.000, tetapi pembeli masih bisa menawar. Segepok amplop besar Rp 10.000, amplop kecil Rp 1.500, masing-masing berisi 10 amplop.

Asep datang ke Jakarta bersama sekitar 100 teman dan kerabatnya khusus untuk menjual pernik Imlek. ”Kami semua datang dari Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan,” kata Rendi, pedagang lain.

Radit, rekan Asep dan Rendi, menyatakan, pekerjaan itu sudah beberapa tahun mereka lakukan. Agar bisa meraup rezeki lumayan, warga Citiusari berbagi wilayah jualan. Ada yang berjualan di sekitar Pasar Glodok, kawasan gedung Candra, Mangga Dua, dan lainnya.

Barang jualan mereka beli dari gedung Candra. Dari hasil berjualan selama sebulan di Jakarta, rata-rata pemuda tanggung lulusan SMP itu bisa membawa pulang uang ratusan ribu. ”Lumayan sebab kalau di kampung tak ada pekerjaan,” ucap Asep.

Adapun pedagang di Petak Sembilan rata-rata berjualan baju khas China untuk anak sampai dewasa. Kuswanto, asal Semarang, misalnya, membeli baju dari Jatinegara untuk dijual eceran mulai Rp 15.000 per potong. Ia mengaku mendapat untung lumayan besar dari bisnis itu.

Beberapa pembeli memilih berbelanja di Glodok karena barangnya lengkap dan banyak pilihan. ”Mau beli hiasan, amplop, manisan, dan kue ranjang semua ada,” kata Yani yang sedang membeli DVD lagu-lagu China.

Pedagang umumnya mengaku kesulitan mendapat barang dagangan karena barang dari China sulit masuk ke Indonesia. Akibatnya, harga aneka barang untuk Imlek naik sampai 40 persen.(JOE/TRI)

Sumber :
Kompas Cetak