SEMARANG, SELASA - Menyambut Tahun Baru Imlek 2560, Pasar Imlek Semawis kembali digelar. Kegiatan yang dibuka pada Kamis (22/1) ini akan mengangkat soal sejarah Tionghoa di Semarang melalui pameran foto Oei Tiong Ham.
Pameran yang baru kali ini diadakan di Pasar Imlek Semawis, akan diadakan di Gedung Rasa Dharma, Gang Pinggir, Semarang pada 22 Januari 2 Februari mendatang. Dalam pameran tersebut juga terdapat talkshow tentang Membuat Silsilah Keluarga .
Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim, Selasa (20/1), mengatakan, diangkatnya Oei Tiong Ham melalui pameran foto bertujuan untuk mengenalkan kembali sosok Tionghoa yang dianggap berjasa di masa lalu. Apalagi, banyak anak muda yang tidak kenal dengan sosok Oei Tiong Ham, ujar Halim, di Kota Semarang.
Oei Tiong Ham (1866-1924), merupakan konglomerat Asia Tenggara pertama yang lahir dan besar di Kota Semarang. Dia menguasai perdagangan hasil bumi seperti gula, karet, dan kopi melalui salah satu bisnisnya, NV HM Kian Gwan.
Lewat bisnisnya, Oei tidak hanya telah mempekerjakan orang-orang Tionghoa di luar keluarganya, tetapi juga warga Belanda. Dia orang Tionghoa pertama yang memotong kuncirnya sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonial Belanda pada saat itu. Tindakan ini merupakan perlawanan kultural terhadap Belanda yang saat itu menjajah Indonesia, kata Halim.
Selain pameran foto Oei Tiong Ham, yang beda dari penyelenggaran Pasar Imlek Semawis 2009 adalah pemutaran film Kita Punya Bendera di Kebon Dalem, Gang Pinggir. Film yang mengangkat tema pluralisme ini mengisahkan persahabatan antara anak Tionghoa, Jawa, Batak, dan Bali.
Pasar Imlek Semawis 2009 akan dibuka pada Kamis pukul 18.30 di Gang Gambiran. Selain dipusatkan di Jalan Wotgandul dan Gang Baru, pelaksanaan Pasar Imlek Semawis 2009 juga tersebar di beberapa tempat seperti, Gang Pinggir dan Klenteng See Hoo Kiong.
Koordinator Pelaksana Acara Pasar Imlek Semawis 2009 Benita Ariyani mengatakan, terdapat 150 stan yang terdiri atas, stan kuliner, pernak-pernik Imlek, pengobatan tradisional, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah yang akan meramaikan perayaan Imlek ini.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga diwarnai dengan berbagai acara seperti pertunjukan Wayang Potehi, Pohon Harapan, Pameran Lukisan Pecinan, Pameran Batik Pesisiran, Lawak Semarangan, dan pergelaran musik jazz.
Terkait persiapan penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis 2009 tersebut, Benita menyatakan, kawasan Pecinan akan ditutup pada Rabu (21/1) pukul 00.00. Pecinan baru dibuka kembali pada Minggu (25/1) pukul 08.00.
Ibadah
Masih terkait Imlek, ibadah untuk Imlek mulai dipersiapkan di beberapa klenteng. Ketua Pengurus Harian Klenteng Tay Kak Sie Henry Kristianto mengatakan, pembersihan kimsin (patung dewa) sudah dibersihkan pada Selasa ini untuk menyambut perayaan imlek tersebut. Semb ahyang Imlek di Klenteng Tay Kak Sie akan dilaksanakan mulai Senin (26/1) pukul 00.00.
Di Klenteng Sam Poo Kong, Sembahyang Imlek dijadwalkan pada Sabtu (24/1). Pegawai Administrasi Klenteng Sam Poo Kong Monica mengatakan, wisatawan yang mengunjungi klenteng pada saat Sembahyang Imlek hanya boleh menonton dari luar pagar pembatas.
