Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:40 WIB
Penderita HIV/AIDS Naik 500 Persen
Egidius Patnistik | Selasa, 20 Januari 2009 | 18:36 WIB
|
Share:

TPGIMAGES

JAKARTA, SELASA — Jumlah penderita HIV/AIDS yang terdeteksi di Jakarta pada tahun 2008 meningkat 500 persen dari tahun 2000. Penderita AIDS yang tercatat di KPA DKI Jakarta hingga September 2008 sebanyak 3.761 orang padahal tahun 2000 jumlahnya masih 700.

"Peningkatan ini terjadi karena banyak penderita yang sudah berani melapor kepada kami," kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DKI Jakarta, Rohana Manggala, di Balaikota Jakarta, Selasa (20/1). Ia memperkirakan, masih banyak penderita AIDS yang menyembunyikan penyakitnya karena stigma jelek yang melekat pada para penderita yang diberikan oleh masyarakat.

KPA berharap, penderita yang masih menutup diri segera melapor untuk mendapatkan pengobatan gratis atau direkomendasikan ke 33 puskesmas dan 18 rumah sakit rujukan jika penyakitnya telah parah. "Kalau berobat sendiri, harga obatnya saja bisa mencapai Rp 5 juta," kata Rohaha.

KPA DKI memperkirakan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jakarta bisa mencapai 25.000 orang. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan Departemen Kesehatan, yaitu sekitar 40.000 orang. Estimasi itu, kata Rohana, didapat dari berbagai variabel seperti tingginya angka pengguna narkoba dan tingginya jumlah pria berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena menjadi pelanggan pekerja seks komersial (PSK). "Pria berisiko tinggi ini mencapai lebih dari satu juta orang, dan tak hanya terdiri dari masyarakat biasa, tapi juga PNS, anggota Polri, dan TNI," ujar Rohana.

Statistik menunjukkan, penderita HIV/AIDS terbanyak adalah remaja laki-laki usia 19-25 tahun, sementara lokasi rawan penyebaran penyakit mematikan ini di antaranya adalah tempat-tempat hiburan dan lokalisasi prostitusi.

KPA juga mencatat sekitar 70 persen penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik, 29 persen melalui hubungan seks yang tidak aman, dan sisanya akibat transfusi darah.

Sumber :
Antara