Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:40 WIB
70 Persen Penularan HIV Lewat Jarum Suntik
Abdi Susanto | Selasa, 20 Januari 2009 | 18:17 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mencatat sekitar 70 persen penularan virus penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu melalui jarum suntik, 29 persen melalui hubungan seks yang tidak aman dan sisanya akibat transfusi darah.
    
"Tapi penderita HIV/AIDS akibat transfusi darah sangat-sangat kecil," kata Ketua KPA DKI Rohana Manggala di Balaikota Jakarta, Selasa.
    
Jumlah penderita AIDS yang terdeteksi di Jakarta pada tahun 2008 telah meningkat hingga 500 persen dari tahun 2000.
    
Penderita AIDS yang tercatat di KPA DKI hingga September 2008 sebanyak 3.761 orang dibandingkan dengan 700 orang yang terdeteksi pada 2000.
    
"Peningkatan ini terjadi karena banyak penderita yang sudah berani melapor kepada kita," kata Rohana.
    
Meskipun demikian, Rohana memperkirakan masih banyak penderita AIDS lainnya yang masih menyembunyikan penyakitnya dikarenakan stigma jelek yang melekat pada para penderita yang diberikan oleh masyarakat.
    
KPA berharap agar penderita yang masih menutup diri agar melapor untuk mendapatkan pengobatan gratis atau direkomendasikan ke 33 puskesmas dan 18 rumah sakit rujukan jika penyakitnya telah parah.
    
"Kalau berobat sendiri, harga obatnya saja bisa mencapai Rp5 juta," kata Rohaha.
    
KPA DKI mengestimasi jumlah penderita HIV/AIDS sebenarnya di Jakarta mencapai 25.000 orang sementara Departemen Kesehatan bahkan mengajukan jumlah penderita yang lebih besar lagi yakni sebanyak 40.000 orang di Jakarta saja.
    
Estimasi itu disebut Rohana didapat dari berbagai variabel seperti tingginya angka pengguna narkoba dan tingginya jumlah pria beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena menjadi pelanggan pekerja seks komersial (PSK).
    
"Pria berisiko tinggi ini mencapai lebih dari satu juta orang, dan tak hanya terdiri dari masyarakat biasa, tapi juga PNS, anggota Polri dan TNI," ujar Rohana.
    
Statistik menunjukkan penderita HIV/AIDS terbanyak adalah remaja laki-laki usia 19-25 tahun, sementara lokasi rawan penyebaran penyakit mematikan ini di antaranya adalah tempat-tempat hiburan dan lokalisasi prostitusi. 

Sumber :
Antara