Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:40 WIB
Powell: Tak Pernah Lupa Momen Saat Obama Menang
Hindra | Selasa, 20 Januari 2009 | 16:41 WIB
|
Share:

(Getty Images for Meet The Press/Brendan Smialowski)
Mantan menteri luar negeri AS Colin Powell dalam program wawancara televisi NBC 'Meet the Press' di Washington, DC, 19 Oktober 2008

TERKAIT:

 

MINNEAPOLIS, SENIN — Mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell, Senin (19/1), mengatakan, dia tidak pernah melupakan malam kemenangan Barack Obama pada Pemilihan Presiden AS 2008 lalu. Saat itu, Powell, yang sedang berada di Hongkong untuk keperluan bisnis, menonton hasil pemilihan presiden di televisi. Tiba-tiba, hasil tersebut menyentak dirinya.  

"Saya tidak akan lupa kata-kata yang saya ucapkan waktu itu di kamar hotel. Ya Tuhan, kami berhasil, kami berhasil," kata Powell pada makan pagi untuk menghormati Martin Luther King Jr, sehari sebelum pelantikan Presiden AS terpilih Barack Obama, yang merupakan presiden kulit hitam pertama dalam sejarah AS.  

Powell juga sebelumnya mencetak sejarah sebagai menteri luar negeri kulit hitam pertama, yang menjabat tahun 2001-2005. Kini, Powel merupakan rekan strategis untuk sebuah perusahaan permodalan.  

Mengenai terpilihnya Obama, Powell mengatakan, "Sebuah kehormatan bagi negara kita, sistem kita, dan bagi memori seorang pria yang kita hormati hari ini, pria yang menginginkan anaknya tidak dinilai berdasarkan warna kulit, tapi berdasarkan karakter mereka," ujarnya.  

Powell mengatakan, jika King masih hidup, dia akan menghadiri pelantikan Obama, tersenyum bangga ketika Obama disumpah menjadi presiden AS.   

"Saya yakin setelah memberikan ucapan selamat kepada Presiden Obama, Martin akan berkata, 'OK Bapak Presiden, saya butuh berbicara kepada Anda esok hari mengenai beberapa hal,'" kata Powel bercanda.  

"Dia tidak pernah beristirahat, dia tidak pernah puas, dan dia tetap akan memukul drum. Namun dia tidak di sini. Jadi, hal ini tergantung kita ... Kita harus bersatu mendukung presiden baru, yang kepadanya kita menaruh harapan," tambah Powell.  

 

 

 

Sumber :
AP