WASHINGTON, SENIN - Jika dalam persiapan inaugurasi Barack Obama gelisah, dia mungkin tidak akan unjuk diri Senin ini. Nyatanya, hari ini Obama melakukan serangkaian kegiatan sosial sambil mengikuti beberapa acara makan malam, sambil sesekali melempar humor.
"Saya tidak takut. Apa Anda pernah melihat saya takut," kata senator berusia 47 tahun ini ketika ditanya mengenai tanggung-jawabnya menangani dua perang yang terus berlangsung, dan krisis ekonomi.
Obama tampak siap dan percaya diri hadir di Gedung Capitol mengucap sumpahnya, Selasa. Para ajudan menyatakan, presiden AS terpilih ke-44 tersebut telah sepenuhnya siap. Obama telah berlatih dan merampungkan naskah pidato pelantikannya. Obama juga telah siap menghadiri serangkaian rapat di Gedung Putih, Rabu mendatang, terkait isu ekonomi, Irak, dan isu lainnya yang akan mendominasi satu tahun masa pemerintahannya.
Selain merayakan ulang tahun Martin Luther King pada malam pelantikannya, Obama juga mengisi waktunya dengan berkeliling Washington. Pada kesempatan itu, Obama menyerukan seluruh masyarakat AS untuk melakukan aksi nyata, tidak hanya hening dan merenungkan tokoh pejuang kulit hitam tersebut.
Ketika mengunjungi Sasha Bruce House, rumah bagi remaja tunawisma di salah satu daerah dekat Washington DC yang miskin, Obama turut membantu pekerjaan mereka. Namun, Obama mengatakan, "Pastikan saya mengerjakan sesuatu yang sederhana. Jangan memberikan saya pekerjaan yang berkaitan dengan listrik."
Kemudian dia pun mengambil pipa cat tembok, dan mulai mengecat tembok asrama yang berwarna biru. Usai mengecat, Obama berkata, "Bagaimana, bagus, bukan? Ini latihan yang bagus karena saya akan pindah ke rumah baru besok," kata Obama sambil mengagumi warna cat biru muda.
Tetapi, ketika orang-orang agak berlebihan memuji keahlian Obama dalam mengecat, dia mengatakan, "Itu (tembok yang dicat-nya) bukan ilmu roket. Anda tinggal mengambil alat cat, dan mengecat, " ujarnya.
Pada kesempatan itu, Obama sempat mengutip perkataan King, "Setiap orang dapat menjadi besar karena setiap orang dapat melayani," ujarnya bijaksana.
"Bukan, begitu? " tanyanya kepada putra tertua King, Martin Luther King III, yang hampir tidak terlihat ketika dirinya mengecat.
"Benar," kata King kepada presiden AS terpilih.
Obama menekankan pelayanan masyarakat pada kegiatannya Senin ini. "Mengingat krisis dan kesukaran yang kita hadapi, kita tidak boleh berpangku tangan saja, " ujarnya.
Hari paling suram terjadi pada Senin pagi ketika Obama pergi Walter Reed Army Medical Center untuk mengunjungi 14 veteran yang terluka di perang Irak dan Afghanistan.
Beberapa kilometer dari Gedung Capitol, ribuan orang telah berkumpul, walaupun udara dingin dan cuaca mendung. Massa terdiri dari berbagai ras, wilayah, dan usia. Sebagian dari mereka bahkan terlalu muda dan terlalu tua. Mereka semua hadir untuk menyaksikan pengucapan sumpah dan pelantikan Obama. Mereka telah bersiap-siap di sekitar lokasi untuk melambaikan tangan dan bersorak-sorak ketika mobil limosin berwarna hitamnya melalui jalan di utara Gedung Capitol.
Sebagaimana yang dikampanyekan dahulu, Obama tidak mempersoalkan ras, bahkan dia menekankan ikatan yang menyatukan semua warga AS. AS adalah negara besar karena warganya. Jangan meremehkan kekuatan rakyat yang bersatu dan dapat meraih hal-hal yang mengagumkan, katanya di Sasha Bruce House.
Setelah istirahat sore di Blair House, Obama menghadiri tiga jamuan makan malam untuk menghormati Wakil Presiden AS terpilih Joe Biden, mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell, serta Senator Arizona John McCain, rivalnya pada saat pemilu 2008 kemarin.
Obama menyebut McCain dan Powell sebagai pahlawan Amerika yang sikap patriotisme dan bipartisannya patut diteladani warga AS.
