Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:39 WIB
Obama Jadi Momentum Perdamaian Dunia
Josephus Primus | Senin, 19 Januari 2009 | 18:25 WIB
|
Share:

(Getty Images/Rick Gershon)
Barack Obama

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Pelantikan Barack Obama selaku Presiden Amerika Serikat yang ke-44 pada Selasa (20/1) di Washington DC, diharapkan menjadi momentum bagi agenda perdamaian dunia setelah Obama berkomitmen mengutamakan "jalan baru" bagi AS.
    
Menurut Ketua Syahganda Center, Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Senin (19/1), "jalan baru" bagi AS di bawah kepemimpinan Barack Obama itu di antaranya menciptakan kekuatan yang lebih demokratis, manusiawi, serta menjunjung harkat perdamaian di lingkungan internasional.
    
"Jika tidak, Obama sama saja dengan pendahulunya George Walker Bush, yang banyak memilih konfrontasi sekaligus menimbulkan peperangan di negara lain," kata mantan Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) itu.
    
Namun Syahganda meyakini, Obama memiliki sikap yang rasional dan terbuka pada keinginan masyarakat internasional untuk terciptanya perdamaian maupun penghargaan pada nilai kemanusiaan. Karenanya sikap itu tidak akan menjadikan Obama mengedepankan politik represif ataupun peperangan terhadap negara manapun.
    
"Apalagi, latar belakang Obama yang multikultur merupakan modal terbesar yang dapat membuatnya lebih menghormati upaya damai dan kemanusiaan. Jadi, Obama dimungkinkan lebih berlaku adil pada permasalahan dunia," kata Syahganda.
    
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa AS di bawah Obama hendaknya juga fokus pada hubungan dengan dunia Islam, mengingat besarnya harapan di kalangan negara Islam dalam mendapatkan perhatian politik Obama, di samping keinginan masyarakat Islam sendiri membangun persahabatan yang erat dengan pemerintahan Obama.
    
Dalam kaitan tersebut, kata Syahganda, Obama tidak perlu memusuhi negara Islam yang memang menghendaki persahabatan dengan Obama.  "Tidak ada keinginan sedikit pun negara-negara Islam untuk berhadapan dengan Obama," ujar Syahganda.
    
Sementara menyangkut krisis Palestina di jalur Gaza, pemerintahan AS pasca-Bush harus lebih tegas menyelesaikan penderitaan kemanusiaan yang menyebabkan ribuan warga Palestina dibantai oleh tentara Israel, baik dengan jalan damai atau pembelaan terhadap nasib warga Palestina. "Penyelesaian damai dan keadilan bagi warga Palestina menjadi kunci terbukanya hubungan erat Obama dengan negara-negara Islam di dunia," ujar Syahganda.
    
Dengan demikian, tambahnya, jalan baru agenda perdamaian yang ingin dimulai Obama juga akan diikuti dukungan berbagai negara Islam di seluruh dunia.

 

Sumber :
Ant