Laporan wartawan Kompas.com Heru Margianto
JAKARTA, SENIN — Banjir yang merendam permukiman di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (19/1), umumnya setinggi pinggang orang dewasa. Air menggenangi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading Barat, dan Pegangsaan Dua.
Demikian informasi yang dihimpun dari Kantor Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di jalan-jalan utama genangan air setinggi 30-50 cm menyebabkan akses ke dan dari Kelapa Gading terganggu. Akibatnya, arus lalu lintas sempat semrawut pagi tadi. "Ini banjir biasa, tiap tahun terjadi. Belum terhitung besar dibanding 2007 lalu," kata petugas jaga Kantor Kecamatan Kelapa Gading Ida Farida.
Meski begitu, posko di kantor kecamatan menurunkan satu perahu karet untuk membantu warga yang ingin ke luar rumah. Sejumlah warga tampak keluar rumah dan berkerumun di pinggir-pinggir jalan. Ratusan mobil tampak diparkir di tempat yang lebih tinggi, apakah di kawasan pertokoan maupun di pinggir jalan yang tidak tergenang air.
Wilayah yang terendam banjir di Kelurahan Kelapa Gading Timur meliputi RW 03 (Jalan Taman Gading Indah), RW 19 (Jalan Puyuh Raya), RW 17 (Jalan Sawit Raya), RW 02 (Jalan Sumagung II), RW 12 (Jalan Gading Elok Barat), RW 09 (Jalan Gading Elok Timur), RW 07 (Jalan Giring-giring), RW 10 (Jalan Gading Putih Raya), Pintu Air Kharisma, Jalan Pasar Inpres, dan Jalan Boulevard Raya.
Di Kelurahan Kelapa Gading Barat air merendam Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Yos Sudarso, Jalan Inspeksi Kali Sunter, Pasar Pedongkelan, Jalan Boulevard Barat, dan Jalan Artha Gading.
Sementara di Kelurahan Pegangsaan Dua, banjir terjadi di RW 02, 03, 04, 11,10, dan 17. Di kelurahan ini sekitar 70 orang mengungsi di Masjid At-Taqwa. "Kalau hujan enggak turun lagi paling nanti siang air sudah mulai surut," kata Ida.
