Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:37 WIB
UNICEF: Perang di Gaza Membuat Anak-anak Trauma dan Menderita
Abdi Susanto | Jumat, 16 Januari 2009 | 04:01 WIB
|
Share:

AP photo/KHALIL HAMRA
Seorang anak Palestina hanya bisa menahan kesedihan saat pemakaman Bilal Shorbasy di Gaza City, Palestina, Minggu (8/6). Shorbasy tewas ditembak tentara Israel. Jumlah anak Palestina yang mengalami rintihan hati karena kehilangan anggota keluarga terus bertambah.

TERKAIT:

KOTA GAZA, KAMIS — Anak-anak merupakan pihak yang paling celaka dalam konflik di Gaza akibat gempuran terus-menerus tentara Israel sekaligus menyisakan trauma dan ancaman bayi-bayi yang baru lahir dan ibunya.

Ann Veneman, Direktur Eksekutif UNICEF di PBB, mengatakan, tak banyak yang bisa diperbuat untuk menolong dan melindungi anak-anak ini karena nyaris separuh dari wilayah tercekam oleh rasa ngeri akibat serangan dan gempuran tentara Israel.

Lebih dari 320 anak tewas dan 1.500 lainnya luka-luka sejak konflik mulai berlangsung lebih dari tiga minggu lalu, ujar Ann yang menyebutkan bahwa situasi ini sulit digambarkan, tragis, dan sukar diterima.

"Mereka adalah korban yang tidak bersalah," ujar Ann kepada CNN di Johannesburg, Afrika Selatan, sebelum meluncurkan acara tahunan UNICEF bertajuk "State of the World's Children".

Anak-anak sangat rentan di Gaza karena keluarga mereka terperangkap di area konflik. "Warga tidak dapat meninggalkan tempat tinggal dan mencari tempat berlindung yang aman di negara lain," ujar Ann.

Karena mereka tidak dapat melarikan diri dari kekerasan yang berlangsung konstan ini, kata Veneman, sebagian besar anak-anak Gaza sangat trauma.

Sumber :
CNN