JAKARTA, KAMIS — Sejumlah pihak menduga ada permainan dalam terpilihnya Harifin A Tumpa sebagai Ketua Mahkamah Agung. Sebab, kemenangan Harifin telah diprediksi jauh-jauh hari.
Namun, juru bicara MA, Djoko Sarwoko, membantah hal tersebut. Menurut dia, seseorang tidak dapat meminta hakim agung untuk memilihnya.
"Saya kira tidak. Bisa dilihat tadi kan. Pemilihan lancar, bisa dilihat. Itulah yang namanya demokrasi, kita tidak bisa minta mereka untuk memilih kita. Nyatanya muncul nama saya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/1).
