Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 06:26 WIB
Wapres Minta BPPT Segera Pindah ke Serpong
Suhartono | Rabu, 14 Januari 2009 | 13:17 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Peneliti di Laboratorium Rheology mengembangkan spesimen kantong aspal di Sentra Teknologi Polimer, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Puspitek, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (6/11). Pengembangan riset kantong aspal tersebut mendapat respons baik dari kalangan industri karena dapat mengatasi mahalnya harga kantong impor.

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, RABU - Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk segera memindahkan seluruh aktifitas dan pekerjaan karyawan BPPT ke kawasan Pusat Pengkajian Ilmu dan Teknologi (Puspitek) Serpong, Tangerang, Banten.

Terkait instruksi itu, Kepala BPPT Marzan A Iskandar, saat memberikan keterangan pers, usai diterima Wapres di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (14/1) siang, menyatakan sebagian kecil karyawan dan kegiatan BPPT sudah dipindah ke kawasan Puspitek Serpong. "Sebagian besar lagi karyawan akan dipindah secara bertahap sampai seluruhnya di tahun 2012 mendatang. Kita akan pindah jika fasilitasnya sudah siap bisa ditempati. Wapres meminta kalau memang diperlukan sebaiknya membangun kembali agar semua kegiatan dan karyawan BPPT bisa dalam satu kompleks," ujar Marzan.

Dalam catatan Kompas, Wapres Kalla sudah memerintahkan BPPT untuk pindah gedung sebanyak dua kali. Yang pertama dua tahun lalu saat berkunjung ke Gedung BPPT. Perintah itu kembali diulang kembali Rabu ini di Istana Wapres, Jakarta. Menurut Marzan, masih mengutip Wapres Kalla, BPPT harus segera memanfaatkan semua fasilitas di Puspitek Serpong, termasuk laboratorium dan sebagainya sehingga karyawan BPPT tidak hanya menjadi administratif belaka melainkan tenaga perekayasa dan periset yang andal. Selanjutnya, gedung BPPT lama yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, akan disewakan secara komersial.

"Hasil sewanya akan dipergunakan untuk membangun kembali gedung-gedung lainnya. Berapa nilai sewa dan hasilnya akan dihitung dulu," tambah Marzan.

Lebih jauh, Marzan mengatakan Wapres Kalla juga meminta supaya BPPT lebih fokus dengan melakukan pengkajian dan penerapan teknologi yang berkerjasama dengan swasta agar mendapat produk-produk industri yang kompetitif, namun relatif murah. "Misalnya, di bidang pangan, energi terbarukan, pangan, moda transportasi, obat generik dan sebagainya agar produk-produk tersebut memiliki nilai tambah. Pak Wapres minta silakan dipilih dan harus dibatasi supaya fokus," demikian Marzan.