Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:51 WIB
"Mixed Use" Ikon Pertama di kelas "High End" Surabaya
| Rabu, 14 Januari 2009 | 10:38 WIB
|
Share:
Grand City Surabaya
Gabungan dari beberapa fungsi ruang aktivitas (mixed use center), menjawab kebutuhan kaum urban dalam melakukan aktivitas seperti bekerja, belanja, dan berekreasi dalam satu lingkungan.
Foto:

TERKAIT:

TINGGINYA minat masyarakat akan sebuah fasilitas yang bisa mengakomodir kebutuhan akan ruang memacu pertumbuhan properti belakangan ini. Kebutuhan kaum urban dalam melakukan aktivitas seperti bekerja, belanja, dan berekreasi dalam satu lingkungan yang relatif dekat sudah menjadi trend saat ini. Hal ini mendorong berkembangnya suatu tipologi arsitektur kota yang baru dan bersifat multi fungsi, atau lebih akrab disebut mixed use center. Gabungan dari beberapa fungsi ruang aktivitas menjadi penggerak mutasi baru dalam kehidupan urban modern di kota-kota besar.

Sebut saja Surabaya yang merupakan kota besar Indonesia kedua setelah Jakarta, tempat sebuah kawasan mixed use center sangat diperlukan keberadaannya. Dan kebutuhan ini diwujudkan dengan hadirnya Grand City, Surabaya. Sebuah mixed use center baru pertama di kelasnya yang terdiri dari mall, fasilitas meeting incentive, convention and exhibition (MICE), hotel bintang lima dan service apartement.

Lokasi strategis berada di jantung kota merupakan salah satu nilai plus selain fasilitas yang dihadirkan. Dibangun di atas tanah seluas hampir 5 Ha, Grand City Surabaya pada tahap pertama seluas 180,000 m2, menawarkan Shopping Mall, kelas atas, Convention dan Exhibition Center berstandar internasional serta fasilitas-fasilitas penunjangnya. Juga akan dilengkapi dengan pengembangan hotel bintang lima dan service apartement.
 
Tampilan desain kontemporer pada bangunan mall menambahkan kegagahan tampilan arsitekturnya. Desain massa bangunan melengkung pada bagian depan sengaja dibuat sebagai respon terhadap unsur lingkungan di depannya berupa aliran sungai Kalimas. Terdiri dari lima lantai ditambah satu basement dengan luas keseluruhan 81,000 m².

Yang membedakan dengan sisi interior mall yang lain adalah keberadaan dua konsep, yaitu West dan East. Konsep interior ini memadukan unsur budaya Barat dan budaya Timur dengan ditandai konsep patern, warna, lighting dan art work berupa lukisan raksasa transparan yang tergantung di tengah-tengah void yang melewati setiap lantai. Dengan membidik segmen high end, tenant mixed yang dihadirkan adalah brand-brand fashion internasional, departement store & supermarket internasional, pusat kebugaran dan kecantikan, resto dan cafe-cafe ternama, gedung cinema termegah di Surabaya dengan 7 layar serta kawasan hiburan anak, remaja dan keluarga.

Sedangkan untuk convention dan exhibition center terletak berdampingan dengan mall dan menjadi satu kesatuan bangunan. Yang membedakan hanya bentuk bangunan yang cenderung persegi panjang. Pola sirkulasi antara mall dan exhibition center sangat memudahkan pengunjung baik itu di dalam maupun di luar ruangan dimana koridor penghubung terdapat hampir di semua lantai. Tampilan di luar terlihat menyatu antara dua bangunan ini, akan tetapi masing-masing mempunyai kejelasan fungsi ruang. Convention dan exhibition center merupakan fasilitas konvensi, ruang pamer, ruang multi guna, ruang rapat dan ruang perkawinan bertaraf internasional pertama yang ada di Surabaya.

Dengan  luas total keseluruhan 21.000 m², Grand City menyediakan fasilitas dan ruang pamer terbesar di luar Jakarta, lengkap dengan ballroom termegah di Surabaya. Kelebihan exhibition center ini adalah fasilitas tersebut dirancang untuk memiliki beban  lantai terhadap berat sebesar 2 ton/m² dan tinggi plafon mencapai 12,8m. Warna silver yang berkesan mewah mendominasi sisi interiornya dengan paduan tata lighting yang mewah dan memenuhi standar fungsi ruang sebenarnya.

Selain itu, juga untuk menunjang kebutuhan aktifitas yang ada akan terdapat hotel berkelas bintang dan service apartment yang tersedia dalam satu kawasan. Semua bangunan yang ada dalam area saling bersinergi mengoptimalkan fungsi masing-masing maupun kesatuannya. Dari berbagai jalinan fungsi dan kegiatan internasional yang mampu di gelar, Grand City akan mampu membawa kota Surabaya ke tingkat kota internasional yang mampu menjangkau market domestik maupun asing. Hal ini juga didukung dengan pola sirkulasi kendaraan dan manusia yang terbagi dengan tepat. Terdapat juga fasilitas parkir yang luas dan bisa menampung 2500 mobil (lower ground, parking lots dan parking building) dan 500 sepeda motor (lots).

Semua desain mixed used dan bangunan komersil pada masterplan ditangani RTKL Los Angeles, salah satu konsultan arsitek kelas dunia yang berpengalaman di bidangnya. Dengan tampilan desain modern membuat kota Surabaya mempunyai ikon baru sekaligus menambah perbendaharaan skyline arsitektur di kota pahlawan ini. Grand City, Surabaya direncanakan beroperasi di pertengahan 2009.   (Dony Lesmana/Indonesia Design)

 

---------------------------------------------------------

Project Name : Grand City
Location  : Jl. Walikota Mustajab & Jl. Kusuma Bangsa
Owner  : PT. Hardaya Widya Graha
Site Area  : 5 Ha

Sumber :
Indonesia Design