Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:35 WIB
Mubarak dan Abbas Diejek Licik
Tri Mulyono | Rabu, 14 Januari 2009 | 09:11 WIB
|
Share:

AMMAN, SELASA — Ratusan warga Jordania, Selasa (13/1), minta agar Mesir membuka perlintasan perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza dalam demonstrasi menentang perang Israel di wilayah Palestina.

Dengan memegang bendera Jordania dan Palestina serta foto mantan Presiden Irak Saddam Hussein, sekitar 400 orang mengambil bagian dalam demonstrasi di luar Kedutaan Besar Mesir di Amman di tengah keamanan ketat itu.

Mereka meluapkan kemarahan mereka terhadap Mesir dan presidennya, Hosni Mubarak, dengan membawa spanduk yang berbunyi, "Prakarsa (gencatan senjata) Mesir + Penutupan Perlintasan Rafah Pembunuhan Besar-besaran Zionis" dan "Mubarak di Belakang Pertumpahan Darah di Gaza".

Dengan menyanyikan "Mubarak licik" dan Presiden Palestina "Mahmoud Abbas licik", beberapa demonstran membakar foto pemimpin Mesir itu.

"Rezim Mesir seharusnya membuka perlintasan Rafah untuk membantu rakyat kita di Gaza," kata Zaki Bani Rsheid dari kelompok oposisi Front Aksi Islam yang berpengaruh. "Apakah 1.000 syuhada tidak cukup untuk menendang duta besar Israel keluar dari Amman dan Kairo?"

Jordania dan Mesir merupakan dua negara Arab yang telah membuat perdamaian dengan Israel. Korban tewas semuanya akibat konflik di pihak Palestina meningkat menjadi sedikitnya 940 orang, termasuk 280 anak.

Sumber :
Ant