JAKARTA, SENIN — Serangan Israel yang membabi buta ke Jalur Gaza dikhawatirkan memperluas konflik, tidak hanya memancing balasan dari pihak Hizbullah di Lebanon. Perang bisa melibatkan Iran mengingat hubungan yang dekat antara sayap Hizbullah dan Iran.
Hal itu disampaikan mantan Rektor Universitas Islan Negeri Syarif Hidayatullah Prof Azyumardi Azra yang juga Deputi Seswapres Bidang Kesra saat dimintai komentar oleh pers seusai mendampingi Wapres Muhammad Jusuf Kalla bertemu dengan PM Suriah di Istana Wapres Jakarta, Senin (12/1).
"Oleh sebab itu, Iran sebaiknya dilibatkan dalam pertemuan dengan negara-negara arab," kata Azyumardi. Dalam pertemuan tersebut, Wapres menyatakan kesediaan Indonesia menggelar KTT Darurat Arab untuk menekan Israel yang mengabaikan resolusi PBB untuk menghentikan serangan.
Menurut Azyumardi, tidak ada jalan lain untuk menghentikan serangan Israel kepada kelompok sipil di Jalur Gaza mengingat serangan tersebut bisa memancing pihak-pihak lain seperti Hizbullah. Azyumardi mengingatkan, jika perang meluas, kondisi dunia akan lebih buruk lagi. Oleh karena itu, Israel mau tidak mau harus menghormati resolusi PBB.
"Kalaupun resolusi PBB yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB tidak dipatuhi, seharusnya jalan darurat seperti sidang Majelis Umum PBB juga bisa digerakkan untuk menekan Israel," demikian Azyumardi.
