Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 12:09 WIB
Misi Kesenian Indonesia Pukau Pengunjung Pameran Reiseliv
Jodhi Yudono | Minggu, 11 Januari 2009 | 05:41 WIB
|
Share:

kompas

OSLO, MINGGU — Misi kesenian Indonesia yang menjadi satu satunya penampilan kesenian di pameran pariwisata Reiseliv Oslo yang dibuka Ratu Sonya memukau pengunjung pameran yang berlangsung 8-11 Januari.

Tim kesenian Indonesia yang terdiri atas para penari Ratri Andini, Dessy Hardya Puspitasari, Reza Arifianto, dan Wilbrodus Wolo Mayng membawakan tari piring dari Sumatera Barat, legong dari Bali, dan rengong manis dari Jakarta.

Pada penampilan hari Sabtu (10/1) tim kesenian yang didukung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta pertunjukkan musik gamelan yang dimainkan staf Dharma Wanita KBRI Oslo serta Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran mendapat sambutan dari para pengunjung pameran pariwisata terbesar di Nordik.

Para penari dari Yayasan Seni Tirthasari mencoba menampilkan tarian tradisional Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat Norwegia, khususnya Bali yang sangat dikenal.

Tim kesenian yang dipimpin Ratri Andini sudah sering tampil di luar negeri, seperti di Kanada, Taiwan, Praha, Brazil, bahkan hampir di seluruh negeri di benua Eropa, Asia, dan Amerika.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat tampil di luar negeri membawa nama Indonesia," ujar Ratri Andini yang mewakili rekan-rekannya.

Menurut Ratri, dirinya merasa terharu dengan sambutan dan antusiasnya para penonton yang di antara para pengunjung mengenal dan pernah ke Indonesia, khususnya Bali.

Masyarakat Eropa merasa antusias menyaksikan penampilan para penari dan bahkan ikut menari bersama para penari.

"Kami merasa bangga bisa tampil di depan Ratu Sonya," ujar Reza Arifianto yang mewakili rekan-rekannya.

Reza yang sudah melanglang buana membawa nama Indonesia merasa sangat bangga bisa tampil untuk menghibur masyarakat negara dan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia.

"Sungguh kenangan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup saya," ujar Reza, lulusan Jurusan Seni Tari Universitas Negeri Jakarta.

Menurut Amelia Achmad dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, misi kesenian kali ini merupakan yang pertama kali tampil di depan Ratu Sonya.

Merupakan suatu kebanggan bagi kami bisa mempersembahkan dan membawa misi kebudayaan di Negara Skandinavia, ujar Amelia Achmad, Kasi Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Dalam pameran pariwisata itu anjungan Indonesia juga menyajikan minuman kopi singa yang sangat diminati, Kacang Garuda, permen jahe, dan rempeyek.

Minister Councellor Ekonomi KBRI Oslo Wening Esthyprobo mengatakan bahwa produk makanan dan kopi Indonesia sangat disukai pengunjung karena rasanya yang berbeda dengan yang ada di Norwegia. (ANT)