Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 06:11 WIB
Megawati Sentil SBY-JK soal Tugas Negara
Rachmat Hidayat | Kamis, 8 Januari 2009 | 19:19 WIB
|
Share:

Kompas/Ichwan Susanto / Kompas Images
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Rabu (7/1), berdialog dengan pengungsi korban gempa di Manokwari, Papua Barat. Dalam kunjungan selama satu jam itu, PDI-P menyerahkan bantuan, berdialog, dan mendengarkan paparan ihwal gempa 7,6 SR yang mengguncang Manokwari pada 4 Januari 2009.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS — Pelaksanaan kampanye pilpres dianggap oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri harus berjalan secara adil, fair, dan terbuka. Megawati kemudian berharap kepada calon incumbent, yakni Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla, untuk melaksanakan tugas-tugas kenegaraan agar tidak terbengkalai hanya karena Presiden sibuk mematut diri.

"Dulu, waktu di masa kampanye, saya berbagi tugas dengan Wapres Hamzah Haz. Jika saya cuti maka Pak Hamzah yang tinggal di Jakarta. Kalau sekarang ini, saya tidak tahu bagaimana," kata Megawati seperti dituturkan oleh staf khususnya, Ari Junaedi, dalam rilis yang diterima Persda Network, Kamis (8/1) sore.

Ari Junaedi menjelaskan, Megawati mengatakan hal itu di atas pesawat terbang dari Timika, Papua, menuju Ambon, Maluku, hari ini, Kamis. Megawati juga meminta kepada semua instansi termasuk TNI/Polri untuk bisa berlaku adil dan tidak menyalahgunakan kekuasaan dalam pemilu yang waktunya tidak lama lagi.

Penegasan perkataan Megawati juga disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Agnita Singedikane. Ia menyatakan, posisi incumbent memang lebih menguntungkan. Namun, persoalannya, apakah masyarakat sadar atau tidak dalam kondisi ini.

"Lihat saja iklan di televisi, sampai iklan luar ruang, semuanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Alangkah lebih bijak dana-dana public relation itu dipakai untuk penanganan masalah kemiskinan. Apa gunanya iklan bagus, tapi rakyat masih sulit cari gas. Pupuk sudah didapat dan rakyat masih pusing mencari harga sembako yang murah," sindir Agnita.

Sumber :
Persda Network