Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:31 WIB
BI Rate Turun, Perbankan Belum Urun
Josephus Primus | Kamis, 8 Januari 2009 | 11:17 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Nasabah mengantre untuk bertransaksi di Bank Mandiri di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bank pemerintah ini menargetkan menjadi regional champion pada tahun 2010.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS — Perbankan menyambut positif penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 8,75 dari sebelumnya 9,25 persen. Hal itu memberikan kelonggaran dari ketatnya likuiditas saat ini.
    
Penurunan ini merupakan sinyal kepada masyarakat bahwa perbankan akan menurunkan tingkat suku bunganya, baik bunga dana maupun kredit, kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Kamis (8/1).
    
Namun, lanjut dia penurunan suku bunga bank akan terhambat oleh likuiditas bank yang tidak merata dan tingkat loan to deposit ratio (LDR) bank yang tinggi. "Perbankan akan mengatasi lebih dulu masalah likuiditas yang tidak merata dan LDR yang tinggi itu," ujarnya.
    
Ia mengatakan,  penurunan BI Rate itu tidak memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa perbankan menyambut positif dan akan segera menyesuaikan dengan pasar.
    
Selain itu, penurunan menunjukkan suku bunga bank sudah mencapai puncaknya sehingga tidak ada kemungkinan untuk naik lagi, ucapnya.
    
Menurut Kostaman, penurunan suku bunga lebih dulu harus dilakukan oleh bank-bank pemerintah yang diikuti bank swasta besar. Bank pemerintah dan bank swasta besar memiliki likuiditas itu untuk segera menurunkan suku bunga dana dan kredit untuk mendorong ekonomi nasional tumbuh lebih baik, katanya.
    
Ia mengatakan, perbankan saat ini masih menawarkan suku bunga dana tinggi di pasar, akibat masih ketatnya permintaan kredit dari nasabah.
    
Nasabah hati-hati dalam mengajukan kredit ke bank karena bunga yang tinggi menimbulkan masalah bagi nasabah yang khawatir tidak bisa membayar pinjaman kreditnya. Sedangkan perbankan mengajukan kredit yang tinggi untuk mendukung biaya operasional yang semakin besar, ucapnya.
    
Penurunan BI Rate itu memberikan sinyal bahwa tingkat suku bunga bank sudah mencapai puncaknya, kata Corporate Banking PT Bank CIMB-Niaga Chaterina Hadiman.

Menurut dia, hal ini juga menjadi ekspektasi masyarakat bahwa tingkat suku bunga dana dan bunga kredit akan bergerak turun.
    
Namun masalahnya, lanjut dia, apakah perbankan akan segera merespons penurunan suku bunga acuan itu yang telah mengalami penurunan sebesar 75 basis poin (pertama 25 basis poin dan kedua 50 basis poin) menjadi 8,75 dari 9,50 persen.
    
Jadi, perbankan kemungkinan merespons tidak dalam waktu yang cepat karena berbagai masalah yang ada harus dapat diatasi lebih berkaitan dengan likuiditas yang tidak merata itu.
    
Selain itu, pertumbuhan ekonomi global yang melambat mengimbas ekonomi nasional juga merupakan faktor yang menahan tingkat suku bunga turun, ucapnya.

Sumber :
Ant