Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:33 WIB
Menbudpar: Bela Negara Bisa dengan Cara Apa Saja
Suhartono | Rabu, 7 Januari 2009 | 23:50 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik bersama mantan Miss Universe Belanda, Lindsay Grace Pronk di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (17/4). Lindsay Grace Pronk dinobatkan sebagai duta Garuda Indonesia bertepatan dengan acara peluncuran Indonesia Tourism and Travel Fair yang akan berlangsung bulan September 2008.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Kompas, Suhartono

HANOI, RABU -  Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyatakan, bangsa Indonesia di mana pun berada dan dengan berbagai cara wajib bela negara untuk kejayaan Indonesia. Wajib bela negara tidak hanya berperang melawan musuh, akan tetapi juga bisa dengan promosi pariwisata.

Hal itu disampaikan Jero Wacik saat memberikan sambutan di rumah dinas Duta Besar RI untuk Vietnam, di jalan Ngo Quyen No. 50 di Hanoi, Vietnam, Rabu (7/1) malam waktu setempat.

Dalam acara itu hadir Duta Besar RI untuk Vietnam Pitono Purnomo dan jajaran Kedutaan Besar RI. Sambutan Jero Wacik dilakukan sebelum orkes symponi Twillite Orchestra (TO) pimpinan Conductor Addie MS serta istrinya Memes, yang menampilkan dua buah lagu, yaitu Di Bawah Sinar Bulan Purnama dan Plink Plank Plunk. Khusus, Plink Plank Plunk dimainkan khusus dengan petikan di biola.

"Tiap orang Indonesia di mana pun, wajib bela negara dengan berbagai cara seperti melalui pariwisata. Melalui kesenian, seperti yang dilakukan oleh TO juga merupakan cerminan dari wajib bela negara," tandas Jero.

Menurut Jero, wujud dari wajib bela negara juga dapat dilakukan oleh orang Indonesia dengan cara tidak ikut menjelek-jelekan jika nama Indonesia dijelek-jelekan oleh orang lain.

"Kalau ada orang menjelekkan nama Indonesia dan kita bangsa Indonesia ikut-ikutan menjelekkan pula, kita bukannya membela bangsa kita sendiri. Sebaliknya, kita ini malah menghina bangsanya sendiri," tambah Jero.

Sementara itu, Pitono dalam sambutannya sebelum Jero Wacik mengatakan, pemerintah harus bisa meminta hotel dan perusahaan lain untuk bisa menurunkan biaya perjalanan menginap atau lainnya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam. Dengan demikian, paket wisata di Vietnam bisa bertambah maju.

"Vietnam dalam beberapa tahun terakhir juga memiliki kemajuan dalam pariwisata. Dalam beberapa tahun saja jumlah wisatawan mancanegaranya sudah mencapai 4,25 juta orang dengan nilai devisa mencapai 3,5 miliar dollar AS," ujar Pitono.