JAKARTA, RABU - Ketidakberesan proyek Pusat Informasi Majapahit (PIM) yang dibangun di Situs Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, semakin terkuak. Balai Arkeologi Yogyakarta sebagai pengemban tugas penelitian arkeologi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, tidak pernah dilibatkan.
"Padahal Situs Majapahit di Trowulan itu merupakan bagian dari sasaran penelitian arkeologi yang dirancang jangka panjang. Secara akademis maupun teknis Balai Arkeologi Yogyakarta tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan PIM," kata Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta Siswanto dalam siaran persnya, yang diterima Kompas hari Rabu (7/1).
Menurut Siswanto, lokasi pembangunan PIM yang dihentikan sementara saat ini, merupakan area yang paling potensial karena tidak terganggu oleh dinamika masyarakat seperti pembuatan batu bata, pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Untuk itu, Balai Arkeologi Yogyakarta menempatkan area tersebut sebagai prioritas pertama untuk penelitian arkeologi (khususnya Kota Majapahit), sehingga semestinya tidak boleh ada kegiatan lain yang tidak berkaitan dengan penelitian arkeologi.
Akibat proyek PIM tersebut, data arkeologi berupa bagian bangunan dan artefak masa Majapahit di area proyek yang semestinya menjadi bahan penelitian guna mengungkap kejayaan Majapahit, rusak dan musnah akibat pembangunan fondasi.
"Hal ini terasa tidak masuk akal, karena benda-benda yang dicari peneliti karena sangat berguna itu justru dirusak dan dibuang, hanya demi fondasi bangunan baru," tandasnya.
Siswanto berpendapat, Indonesia adalah pewaris langsung Majapahit, setidaknya dari segi wilayah, sehingga semestinya jejak-jejak keberadaan majapahit yang disegani oleh mancanegara pada masanya, harus dihormati, dijaga, dilestarikan agar dapat menjadi bahan pendidikan dari generasi ke generasi. Untuk itu, Balai Arkeologi Yogyakarta merekomendasikan agar proyek PIM di area tersebut dihentikan demi apa yang disebut cermin jatidiri bangsa Indonesia.
