KETIMBANG saudaranya perbankan konvensional, di tengah krisis perekonomian seperti ini, perbankan syariah terhitung tak lekang. Bank Syariah Inggris (IBB) misalnya malah mencatatkan pertumbuhan pelanggan lima persen. Sementara, pembiayaan pelanggan menanjak 13 persen.
"Kuncinya, perbankan syariah jauh lebih terlindungi dari kredit bermasalah," kata Direktur Komersial IBB Sultan Choudhury seperti termaktub dalam www.alhudacibe.com.
Masyarakat mafhum, krisis perekonomian global di Amerika Serikat dipicu oleh rontoknya Lehman Brothers, bank investasi terbesar keempat di negara itu dan ambrolnya raksasa Wall Street. Setelah itu, terjadilah efek domino.
Sementara, banyak pemerintahan di Eropa merealisasikan kebijakan finansial untuk menjaga agar roda perekonomian tetap berjalan. Inggris misalnya, pemerintah menggelontorkan 37 miliar euro untuk menyelamatkan Lloyds TSB, HBOS, and Royal Bank of Scotland dari krisis likuiditas.
Menurut Choudhury, IBB yang kini memiliki delapan cabang di seantero Inggris seperti Leicester, London, maupun Birmingham, sesuai sistem perbankan syariah memang mendasari pembiayaan berbasis jaminan investasi aset nyata. "Ini yang membuat perbankan syariah terhindar dari krisis tersebut," kata Choudhury.
Selain itu, perbankan syariah selalu menekankan, misalnya, pada pelayanan kerja sama pembiayaan dan kemitraan. Menurut hemat Choudhury, keunggulan inilah yang membuat perbankan syariah tetap menarik untuk semua orang. (Josephus Primus)

