JAKARTA, RABU — Laju pertumbuhan kredit perbankan 2009 diperkirakan akan mengalami perlambatan 18-20 persen. Sebelumnya, kredit perbankan sudah menunjukkan perlambatan sejak Oktober 2008 dari 37,1 persen (yoy) menjadi 30,2 persen (yoy) pada Desember 2008.
Perlambatan pertumbuhan kredit pada 2008 masih akan berlanjut pada 2009, tutur Gubernur Bank Indonesia Boediono saat konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, hari ini.
Sedangkan menurut Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad, BI terus melakukan monitoring terkait kondisi likuiditas.
"Tapi kita akan terus monitor kalau memang pertumbuhan kredit drop terlalu jauh, kita akan lihat. Demikian juga kalau pertumbuhannya terlalu tinggi," katanya.
Muliaman juga menyinggung isu segmentasi di pasar likuiditas. "Tapi kita optimistis isu likuiditas di 2009 tidak akan terjadi lagi," katanya. Ditambahkan Boediono, beberapa negara lain juga mengalami masalah ketatnya likuiditas karena bank lebih memilih memiliki dana dalam bentuk tunai.
Sedangkan menurut Deputi Gubernur BI Didi Hartadi, perekonomian 2009 akan sangat dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global. "Kondisi eksternal diperkirakan akan membaik pada triwulan ke IV 2009, kita harapkan akan secepatnya membaik," jelasnya.
