Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:31 WIB
Megawati: Beri Saya Kesempatan Lagi
M Suprihadi | Rabu, 7 Januari 2009 | 16:08 WIB
|
Share:

SORONG, RABU — Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri meminta masyarakat memberikan waktu lagi kepada dirinya untuk memimpin Indonesia agar ia mampu menuntaskan program saat menjadi presiden yang hanya dijalani selama tiga tahun.

"Saya akan menuntaskan program sembako murah yang sudah saya laksanakan di awal pemerintahan saya dulu. Kita harus mengakui kesejahteraan rakyat tidak pernah beranjak sejak saya turun," kata Megawati di hadapan ribuan warga Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (7/1), sebagaimana dikutip staf khususnya, Ari Junaedi, di Jakarta.

Megawati, kata Ari, melalui layanan pesan singkat (SMS) yang diterima di Jakarta juga mengatakan bahwa Bung Karno pun mengalami hal serupa, yakni harus dipaksa turun pada tahun 1965. Akibatnya, program pembangunan terbengkalai.

Ari mengatakan, pada kesempatan itu, Ketua Umum PDI Perjuangan itu kembali mengingatkan kepada rakyat Indonesia untuk menyadari bahwa Megawati hanya pernah memerintah sebagai RI-1 selama tiga tahun.

Putri Proklamator Bung Karno itu mengatakan, kesulitan hidup yang banyak diderita rakyat kita saat ini adalah akibat salah pilih dalam pemilu. Oleh karena itu, untuk menuntaskan perjuangan mengangkat harkat rakyat kecil, tidak ada cara lain selain memilih Megawati sebagai Presiden di 2009-2014. Menurut Megawati, dirinya akan dipilih kembali jika memang rakyat menghendakinya.

Dari kunjungan Megawati yang bertajuk "Silahturahmi dan Tali Kasih Mama Mega ke Indonesia Timur" pada 6-9 Januari, di berbagai daerah, Mega dielu-elukan para pendukungnya. Setelah ke Sorong, Papua Barat, Megawati melanjutkan perjalanan ke Timika. Selain merayakan Natal dan Tahun Baru, Megawati juga mengunjungi dan membantu korban gempa bumi yang terjadi di Sorong beberapa waktu lalu.

Ketua Advokasi DPP PDI Perjuangan Syarif Bastaman mengakui, kharisma Megawati memang sangat melekat di hati rakyat. Program-program pengentasan rakyat kecil seperti keberpihakannya terhadap petani dan nelayan serta pedagang kecil memang sudah tidak diragukan lagi.

"Mana ada di zaman Bu Megawati terjadi kelangkaan minyak tanah, antre premium, pupuk susah dicari atau mendidik rakyat dengan mental meminta-minta seperti Bantuan Tunai Langsung," ujar Syarif yang maju sebagai caleg DPR RI dari daerah pemilihan Tasikmalaya dan Garut.

Sumber :
Ant