KUALA LUMPUR, RABU — Ekspor Malaysia turun 4,9 persen pada November 2008 karena permintaan produk-produk elektronik dan kelistrikan menurun. Namun, penurunan tidak sebesar yang diperkirakan, menurut data yang dikeluarkan Rabu (7/1).
Kecenderungan menurunnya ekspor, yang turun menjadi 51,79 miliar ringgit (14,76 miliar dollar) dibanding setahun lalu, terutama ditutup oleh pengapalan yang lebih tinggi gas alam cair.
Impor juga turun 8,6 persen menjadi 40,29 miliar ringgit, kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Surplus perdagangan November tercatat 11,49 miliar ringgit, naik dari 9,62 miliar ringgit pada Oktober.
Sektor produk-produk utama yang menyumbang penurunan dalam ekspor tersebut adalah produk-produk kelistrikan dan elektronik, produk-produk minyak sulingan, minyak sawit, kimia dan produk-produk kimia, karet mentah serta produk-produk besi dan baja.
Ekonom kepala lembaga pemeringkat RAM Holdings Yeah Kim Leng mengatakan penurunan tersebut "lebih kecil daripada perkiraan pasar". "Ini merupakan penurunan bulanan kedua berturut-turut. Malaysia merasakan dampak kecenderungan menurun beberapa bulan lebih lamban ketimbang negara-negara berorientasi ekspor dan ekonomi terbuka lainnya," katanya.
"Saya pikir kasus Malaysia, surplus perdagangan akan tetap positif karena penurunan yang berbarengan dengan impor," imbuhnya.
Total perdagangan Malaysia untuk Januari hingga November 2008 mencapai 1,105 triliun ringgit, dengan ekspor naik 12,1 persen menjadi 617,42 miliar ringgit dan impor naik 5,9 persen menjadi 487,1 miliar ringgit.

