Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:30 WIB
Monopoli Pertamina di BBM Bersubsidi Bisa Berakhir
| Rabu, 7 Januari 2009 | 11:24 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU -  Bisa jadi, monopoli Pertamina dalam bisnis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bisa berakhir lebih cepat. Selain Pertamina, pemerintah kemungkinan akan menunjuk perusahaan lain untuk ikut berbisnis menyalurkan BBM bersubsidi pada tahun ini juga.

Pemicunya adalah kelangkaan Premium dan Solar bersubsidi pada awal 2009 di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di seluruh Indonesia. Hal ini sudah terjadi tak sampai seminggu setelah Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menetapkan Pertamina sebagai pemenang satu-satunya dalam  tender distribusi BBM bersubsidi untuk 2009.

Hasil penyelidikan BPH Migas menunjukkan, Pertamina tak berhasil mengatasi kelangkaan BBM. Karena itu, BPH Migas kemungkinan menunjuk badan usaha atau perusahaan eceran BBM lain ikut menyalurkan BBM bersubsidi. "Perusahaan itu akan membantu Pertamina," ujar Anggota BPH Migas Jugi Prajogio. 

Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menambahkan, jika BPH Migas jadi menunjuk perusahaan pengecer lain sebagai penyalur BBM bersubsidi, Pertamina yang akan membayar biaya distribusinya. "Penunjukannya tak perlu tender lagi. Dalam Surat Keputusan Penugasan PSO klausul itu sudah ada," ujarnya.

Namun, lanjut Tubagus, BPH Migas tidak akan gegabah memutuskan penunjukan badan usaha lain itu. "Kami melihat dulu kesiapan dan kemampuan mereka. Kami tidak mau mengambil risiko," kata Tubagus. Sayang, Tubagus enggan menyebutkan siapa saja perusahaan ritel BBM yang layak menjadi pendamping Pertamina.

Selain itu, BPH Migas masih melihat dulu reaksi Pertamina atas surat teguran keras yang mereka layangkan. "Kalau Pertamina ternyata memang tidak sanggup, badan usaha lain akan membantu," tandas Tubagus lagi.

Yang pasti, BPH Migas kecewa dengan kinerja Pertamina. "Istilahnya, belum kering SK penugasan kami teken, BBM malah langka dengan alasan hari libur," ajar Tubagus, ketus.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro juga meradang melihat buruknya kinerja Pertamina dalam menjaga pasokan BBM bersubsidi ke masyarakat. "Pemerintah kan sudah mempercayai Pertamina untuk mendistribusikan BBM tahun ini, malah jadi begini," ajar Purnomo, kemarin.

Juru Bicara Pertamina Anang Rizkani Noor enggan mengomentari kemungkinan BPH Migas melibatkan badan usaha lain dalam bisnis BBM bersubsidi. "Fokus kami sekarang mengendalikan pasokan BBM dulu," kata Anang.

Tapi, tak semua perusahaan ritel BBM lain sudah siap. "Saat ini, kami hanya fokus dalam produksi dulu," ujar Amir Sambodo, Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries, induk PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI). (Gentur Putro Jab, Sam Cahyadi)

Sumber :
KONTAN