Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:29 WIB
Tren Ekspor Nonmigas 2008 Capai 18 Persen
Maya Saputri | Selasa, 6 Januari 2009 | 17:46 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA — Tren ekspor nonmigas Indonesia memiliki pertumbuhan tinggi sekitar 18 persen. Angka tersebut di atas rata-rata peningkatan impor dunia sebesar 16 persen dan melebihi target yang ditetapkan, yaitu 14,5 persen.

Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam Briefing Awal Tahun Departemen Perdagangan di kantornya, Jl Moh Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (6/1).

Sepuluh komoditas ekspor utama menyumbang lebih dari 50 persen dari total ekspor nonmigas dengan terkonsentrasi pada 10 negara tujuan. “Jika terjadi goncangan ekonomi pada 10 negara utama tersebut maka akan memengaruhi nilai dan volume ekspor Indonesia,” tutur Mari. Kesepuluh negara tersebut adalah AS, Jepang, RRT, Singapura, India, Jerman, Malaysia, Belanda, Korea Selatan, dan Inggris.

“Sepuluh negara tujuan utama itu menguasai lebih dari 60 persen dari total ekspor 10 komoditi ekspor utama Indonesia. Untuk komoditas elektronik, karet dan produk karet, sawit, udang, serta kakao, konsentrasi pasar ekspor ke-10 negara utama itu sekitar 65-85 persen,” jelas Mari.

Dikatakan Mendag, ada beberapa komoditas yang penyebaran ekspornya lebih baik di saat krisis, seperti otomotif (35,2 persen), hasil hutan (54,9 persen), alas kaki (54,5 persen), dan tekstil dan produk tekstil atau TPT (57,2 persen). “Komoditas ini diperkirakan tidak akan berpengaruh besar jika terjadi goncangan ekonomi di negara utama,” ujar Mendag.

Selain itu, Mendag juga menjelaskan tiga skenario proyeksi ekspor nonmigas. Pertumbuhan nilai ekspor nonmigas 2009 diperkirakan antara 4,3 dan 8 persen.  Tiga skenario tersebut meliputi skenario optimistis mencapai pertumbuhan 8 persen, skenario moderat mencapai 6 persen, dan skenario rendah berada di angka 4,3 persen. “Dengan asumsi tidak ada krisis, pertumbuhan ekspor nonmigas diproyeksikan tumbuh 19 persen,” jelasnya,

Terkait penurunan nilai ekspor tahun depan, Mari mengatakan telah melakukan antisipasi dengan meningkatkan kinerja ekspor. “Pemerintah akan meningkatkan ekspor produk nonmigas secara kualitas dan lebih beragam serta memperluas pasar tujuan ekspor,” tegas Mendag.

Perluasan pasar tujuan ekspor juga dilakukan di kawasan Timur Tengah dan beberapa negara Afrika, seperti Nigeria, Kenya, Mesir, Irak dan Iran; sedangkan produk yang akan dipasarkan meliputi furnitur, TPT, dan alas kaki. Bahkan, produk ikan dan udang akan diupayakan mencari pasar baru di luar negara-negara Eropa.

Dikatakan Mendag, pertumbuhan ekspor terus digenjot karena berkontribusi sepertiga terhadap pertumbuhan impor yang tentunya berpengaruh pada turunnya neraca perdagangan.