MANOKWARI, SENIN - Menteri Kesehatan (Menkes) dr Siti Fadila Supari SpJP (K) meminta petugas kesehatan untuk menangani serius keluhan penyakit yang diderita pengungsi sehingga tidak menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) penyakit selama dalam pengungsian.
Permintaan itu disampaikan Menkes setelah mendengar laporan ada sembilan balita terkena diare di pengungsian yang berlokasi di lapangan Kodim Manokwari, Senin.
Menkes berada di Manokwari bersama tiga menteri lainnya, yakni Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat setelah gempa berkekuatan 7,2 SR yang melanda kawasan itu Minggu (4/1).
Menkes juga berjanji akan segera mengirimkan bantuan obat-obatan dan tenaga medis ke daerah ini.
Sementara itu para petugas kesehatan yang bertugas di posko pengungsi di lapangan kodim yang berasal dari TNI-AD itu juga mengeluhkan jeleknya sanitasi lingkungan yang akan mempercepat penyebaran penyakit.
Di lokasi ini selain membutuhkan bantuan obat-obatan juga sarana mandi cuci kakus (MCK). "Pengungsi di lapangan ini mencapai seribuan orang namun tidak ada MCK sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai penyakit termasuk diare," kata dr Imam.
Mendengar laporan itu Menkes langsung melakukan koordinasi dengan Menteri PU Djoko Kirmanto yang menyatakan akan membantu 20 unit MCK model "knock down" dan satu unit instalasi penjernih air.
"Bantuan tersebut diharapkan datang bersama obat-obatan dan bantuan lainnya," ujar Menkes seraya menambahkan dirinya baru memperoleh informasi bahwa bantuan tersebut saat ini sedang dalam perjalanan menuju Manokwari.
Saat ini tercatat sekitar 14 ribu warga yang mengungsi di 18 lokasi yang tersebar di sekitar kota Manokwari.
