MEDAN, SENIN - Banjir tahunan di Medan akibat meluapnya debit air Sungai Deli tetap akan sulit teratasi, meski proyek banjir kanal atau Medan Flood Way sudah dioperasikan bulan Desember lalu. Daerah bantaran Sungai Deli terutama di sepanjang Kelurahan Sei Mati hingga Kelurahan Kampung Aur Kecamatan Medan Maimon akan tetap mengalami banjir tahunan.
Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Yani Sulastri Siregar, banjir di bantaran Sungai Deli tak bakal teratasi selama penduduk masih tetap bermukim di sana. Yani mengungkapkan, banjir baru bisa teratasi jika penduduk yang tinggal di bantaran Sungai Deli dipindah. “Selama masih ada pemukiman penduduk di bantaran, kami sulit mengatasinya,” kata Yani di Medan, Senin (5/1).
Balai Wilayah Sungai Sumatera II kata Yani sebenarnya mendapat bantuan proyek pengendalian banjir di Sungai Deli dari Bank Pembangunan Asia. Namun bantuan tersebut disertai syarat pemerintah daerah harus mampu membebaskan areal bantaran sungai dari permukiman penduduk.
Menurut Yani, pemerintah daerah tidak mampu membebaskan bantaran Sungai Deli dari permukiman penduduk, sehingga program pengendalian banjir di Sungai Deli tak berjalan.
