Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:13 WIB
Empat Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp 8 Triliun ke Telkom
| Senin, 5 Januari 2009 | 15:59 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN — Empat bank BUMN siap menggelontorkan dana Rp 8 triliun ke PT Telkom Tbk untuk mendanai pembangunan menara (tower), transmisi kabel, baterai, dan base tranceiver station (BTS). Keempat bank itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Telkom pada tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar 2,5 miliar dollar AS atau setara Rp 22,5 triliun. Anggaran itu hampir sama dengan belanja modal tahun lalu. Anggaran modal tersebut digunakan untuk pengembangan sektor seluler sekitar Rp 14 triliun-Rp 15 triliun, dan non-seluler Rp 7 triliun-Rp 8 triliun. Pengembangan itu mencakup pembangunan menara (tower), transmisi kabel, baterai, dan base tranceiver station (BTS).

Kesanggupan empat bank tersebut untuk menggelontorkan kredit pembiayaan ke PT Telkom disampaikan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah seusai pembukaan perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/1).

Menurut Rinaldi, saat ini pihaknya tengah memfinalisasi pendanaan tersebut guna menutupi kebutuhan belanja modal perseroan tahun ini. “Tidak masalah karena perbankan sudah berkomitmen. Tinggal tunggu penandatanganannya saja. Tadi saya juga duduk di antara dirut bank. Mereka tetap sanggup,” kata Renaldi seraya mengacungkan ibu jari.

Dijelaskan Rinaldi, dari sumber pendanaan eksternal yang ada saat ini, pinjaman perbankan merupakan opsi terbaik. Dia juga membantah Telkom akan menerbitkan obligasi untuk menutupi kebutuhan belanja modal. Pasalnya, dengan kondisi pasar yang tidak kondusif, opsi obligasi kurang diminati investor. Adapun sisa belanja modal akan dipenuhi dari kas internal.

Mengenai proyeksi 2009, Rinaldi mengungkapkan, meskipun pada tahun ini pasar masih dalam proses pemulihan (recovery), Telkom optimistis dapat meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen. “Target kami tahun ini memang konservatif, paling tidak single digit,” katanya.

Meski pendapatan tahun ini hanya ditarget tumbuh 10 persen, menurut Rinaldi, Telkom menargetkan dapat melakukan penetrasi pasar sebesar 45-50 persen di industri telekomunikasi nasional. Tahun ini diprediksi industri telekomunikasi nasional dapat menembus 80 persen.

Adapun proyeksi penetrasi pasar industri telekomunikasi nasional 2008 diperkirakan telah mencapai sebesar 70 persen, sedangkan di 2008, penetrasi pasar Telkoman, terdiri dari PT Telkomsel sebesar 64 persen, Flexi 13 persen, dan layanan kabel tetap 9 persen.

Selain penguatan pada seluler, Telkom juga berencana untuk melakukan pengembangan pada sektor multimedia dan perusahaan telekomunikasi di Iran. Perseroan juga berencana melakukan akuisisi beberapa perusahaan multimedia dalam negeri. Sayangnya, Rinaldi tidak bersedia menjelaskan perkembangan akuisisi tersebut. (Persda Network/Sugiyarto)

Sumber :
Persda Network