Selain anjing, berbisnis kucing juga menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Salah seorang pioner breeding kucing di Indonesia adalah Cacang Effendy. Bapak empat anak ini mengawali bisnisnya dari hobinya merawat binatang.
"Segala macam binatang saya suka. Kemudian saya lihat, di Indonesia, kok, kucing enggak ada yang ngembangin. Tahun 2002 cuma ada ras Persia, yang biasa disebut orang Anggora. Padahal, di Indonesia enggak ada kucing Anggora. Yang ada, kucing Persia yang kualitasnya paling jelek yang mirip Anggora. Orang pikir, Anggora," kata Cacang yang memiliki koleksi ratusan kucing dari aneka ras, seperti Persia, Maine Coon, Bengal, Sphynx, Exotic, dan sebagainya.
Cacang menuturkan, yang paling laku di Indonesia adalah kucing Persia. Untuk kucing jenis ras Sphynx, Cacang juga mengekspor. Di Asia cuma ada 3 peternak jenis ras Sphynx, termasuk dirinya. Kucing ras Sphynx berasal dari Kanada, tapi karena posturnya mirip patung Sphynx, kucing ini dipanggil Sphynx. "Kalau di sini, disebut Kucing Mesir. Dulunya karena mutasi genetik, tapi sekarang sudah jadi ras sendiri. Harga anakannya bisa mencapai Rp 15 juta per ekor."
Bagi Cacang, memelihara kucing bak seni. Tak seperti memelihara ayam, misalnya, yang bisa dimassalkan. "Makanya harganya pun bisa enggak masuk akal," kata Cacang yang pernah membeli kucing Persia Grand Champion seharga Rp 100 juta.
Cacang memang termasuk salah seorang breeder kucing yang cukup besar di dunia. Peternakan kucingnya (cattery) yang diberi nama Chandra Cattery, berdiri di atas lahan seluas sekitar 5.000 m2 di bilangan Bantar Gebang. Di sana terdapat ratusan ekor kucing dari berbagai ras. Juga lengkap tersedia fasilitas breeding, termasuk dokter hewan yang bersiaga 24 jam. "Di luar negeri sekalipun, seorang breeder paling hanya punya 15 ekor kucing, karena mereka breedingnya di rumah. Kebanyakan para ibu yang melakukannya. Di sana, enggak ada yang ngurusi. Membayar pegawai juga mahal. Jadi, ngurusi 15 ekor sehari saja, sudah babak belur."
Langsung Balik Modal
Cacang mengawali breeding kucingnya dengan memelihara kucing ras Persia yang memang waktu itu paling populer. "Sampai sekarang pun, 80-90 persen orang suka kucing Persia. Orang suka kucing berbulu panjang, ramah, manja, tidur melulu, dan enggak nakal." Lama-lama, Cacang mengimpor untuk memperoleh kualitas yang bagus.
Menurut Cacang, ada 3 kualitas kucing. Yang pertama pet quality, kucing hanya sebagai teman bermain. Berikutnya breed quality untuk beternak, tapi kualitasnya sedang. Nah, yang paling bagus dan mahal adalah show quality, bisa breeding dan biasanya untuk kontes. "Harga pet quality sekitar Rp 1- Rp 2 juta, breed quality Rp 3- Rp 6 juta, sementara show quality Rp 6 juta sampai tak terhingga," papar pria yang bisnis utamanya bergerak di bidang impor alat kesehatan.
Setiap ras kucing mempunyai standar. Misalnya ras Persia, hidungnya harus rata, badan tak boleh terlalu panjang. Bulunya harus bagus. Sementara ras Sphynx, harus tidak ada bulunya.
Dari segi bisnis, Cacang menggambarkan keuntungan yang bisa diperoleh. Seekor induk kucing, sekali beranak rata-rata 5 ekor. "Padahal, kucing bisa 2-3 kali beranak dalam setahun, dengan masa hamil 62 hari. Kalau kualitasnya bagus, harganya bisa Rp 6 juta. Jadi, kalau setahun mendapat 10 anakan, bisa memperoleh pemasukan Rp 60 juta. Langsung balik modal. Tahun kedua, sudah untung semua."
Dalam sebulan, Cacang bisa menjual rata-rata 10 ekor kucing, dengan harga sekitar Rp 10 juta per ekor. Sekarang, karena mahalnya harga, segmen pembeli masih di kelas menengah ke atas.
Jika ingin yang lebih murah, Cacang menyarankan untuk ke pet shop. Harganya sekitar Rp 1- Rp2 juta. Pasar ini, lanjutnya, justru paling menguntungkan. Misalnya, dengan modal Rp 4 juta untuk membeli kucing di pet shop, setahun bisa 10 anakan. "Kalau dijual lagi dengan harga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta berarti sekali beranak 5 x 2 = Rp 10 juta. Sudah untung Rp 6 juta, kan?"
Di bidang ini, banyak ibu rumah tangga yang jadi breeder. "Jadi, benar-benar bisa menambah penghasilan. Serendah-rendahnya, jika banting harga Rp 1 juta, bisa dapat Rp 5 juta untuk 5 ekor." Padahal, lanjutnya, biaya perawatan sehari-hari terbilang murah, sebulan sekitar Rp 100 - Rp 200 ribu. "Kucing, kan, makannya sedikit."
Sudah siap beternak kucing?

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748
