Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 02:24 WIB
Agung Laksono: Perencanaan PIM Kurang Matang
Antony Lee | Senin, 5 Januari 2009 | 13:30 WIB
|
Share:

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Kondisi situs purbakala berupa sisa-sisa fondasi dari bata merah, konstruksi sumur kuno dan terakota dari bekas ibu kota Majapahit rusak karena penggalian tanah untuk pembuatan fondasi beton dan tembok proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Kompleks Museum Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (29/12). Bangunan di latar belakang adalah gedung museum purbakala yang ada saat ini.

TERKAIT:

Laporan wartawan Kompas Antony Lee

SALATIGA, KOMPAS — Proses pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, yang justru merusak situs peninggalan Kerajaan Majapahit dinilai Ketua DPR Agung Laksono kurang matang perencanaannya. Agung meminta proyek itu segera dikaji ulang dan jangan dipaksakan bila diketahui berdampak negatif. Komentar itu diutarakan Agung Laksono di sela-sela kunjungannya di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (5/1).

Seperti diberitakan Kompas, proses pembangunan Trowulan Information Center di bekas ibu kota Kerajaan Majapahit yang berjaya pada abad ke-13 hingga 15 tersebut justru merusak situs yang ada. "Tentunya tidak boleh begitu. Bangunan yang tujuannya untuk melestarikan situs, tetapi justru merusak situs. Harusnya dirancang sedemikian rupa agar memproteksi situs itu dari kemungkinan perusakan, penggalian, atau pencurian. Kalau seperti itu perencanaannya kurang matang," kata Agung.

Menurut dia, pemerintah harus segera mengkaji kembali proyek itu dan baru dapat diputuskan apakah diteruskan atau tidak setelah ada hasil yang menunjukkan ada kerusakan atau tidak. Namun, jika terbukti merusak, pemerintah diminta tidak memaksakan proyek ini. Bahkan, lanjut Agung, pemerintah harus turut bertanggung jawab bila situs berharga ini rusak.