JAKARTA, SENIN — Masa-masa persiapan dan pelaksanaan pemilu biasanya ditakuti oleh para investor. Wajar saja jika para pelaku pasar saham khawatir kondisi pasar saham Indonesia pada tahun ini yang merupakan tahun pelaksanaan pemilu akan anjlok seiring kekhawatiran para investor tersebut.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan investor tak perlu ragu dengan kondisi Indonesia di tahun pemilu ini. Banyak perubahan yang telah berlangsung dalam kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia.
"Katakan Indonesia telah dan terus berubah. Sejak 2004 itu pemilihan langsung presiden dan kemudian ada ratusan pilkada. Saya sendiri ikut pemilihan Camat Cikeas, Bupati Bogor dan Gubernur Jabar. Saya gunakan hak pilih. Kita telah lakukan demokrasi langsung," tutur Presiden di depan pialang saham dalam pembukaan perdagangan saham 2009 di Gedung Galeri Bursa Efek Indonesia, Senin (5/1).
Presiden juga mengatakan berbagai elemen pemerintah yang terkait pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum, Mahkamah Konstitusi, dan Kepolisian telah bekerja secara maksimal untuk menciptakan situasi politik dan keamanan sepanjang tahun ini.
"Kalau terjadi bentrokan keras, itu juga terjadi di manapun di negara-negara berkembang. Sampaikan Indonesia insya Allah bisa menjaga keamanan sehingga tidak perlu menunda berinvestasi," tandasnya.
"Demokrasi itu bisa indah, bisa damai. Sampaikan seperti itu (kepada investor). Jangan harus menunda-nunda. Just go on. Business as usual," lanjut Presiden.
